Pendapatan Petani Kopi Bantaeng Meningkat 50 Persen, Ini Pengakuan Israq

0
271

Inspiratifnews.com – Bantaeng, Penutupan Proyek AgFor Sulawesi lebih khusus Sulawesi Selatan yang meliputi Bantaeng, Bulukumba, Jeneponto, dan Gowa dipusatkan di kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, 28 – 29 November.

Kepala Bapeda Bantaeng, Camat Tompobulu, Pimpinan Proyek AgFor Sulawesi, Kepala Camat Kabupaten Bulukumba, nampak hadir mengikuti penutupan proyek AgFor Sulawesi dan dilanjutkan peninjauan lokasi proyek, 28 November.

Selama 5 tahun proyek AgFor Sulawesi, dinilai berhasil melalui indikator peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di empat kabupaten tersebut. begitupun di dua provinsi lainnya yakni Sulawesi Tenggara dan Gorontalo untuk mencapai kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

“Kecamatan Tompobulu yang berada di ketinggian 600 – 1000 meter dari laut atau 25 kilometer dari kota bantaeng, dengan kehadiran AgFor, selaku Camat kami bersyukur hutan lindung dikecamatan tompobulu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, Terima Kasih Dubes Kanada masyarakat kami sangat terbantu dengan proyek ini”, ungkap Subhan camat tompobulu.

Lebih dari 630.000 orang telah meningkat pendapatannya melalui penerapan teknologi pertanian dari AgFor, juga lebih dari 738.000 hektar lahan telah dikelola dengan baik sesuai pengelolaan system pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, termasuk system wana tani, kehutanan dan pertanian.

Meskipun proyek AgFor Sulawesi berakhir, namun Perdana Menteri Kanada, Trudeau tengah mengkaji dan meninjau ulang bantuan internasionalnya, untuk itu kata Peter MacArthur, Kedutaan Besar Kanada akan segera mengumumkan diawal 2017 langkah – langkah strategis terkait tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) untuk agenda 2030, tangkas Peter MacArthur.

Dubes Kanada, Peter MacArthur (paling kiri) meninjau lokasi bibit kopi bantaeng, 28 November.
Dubes Kanada, Peter MacArthur (paling kiri) meninjau lokasi bibit kopi bantaeng, 28 November.

Peter MacArthur menambahkan, Pemerintah Kanada tengah mengkampanyekan pentingnya perubahan iklim secara global, maka peran petani sangat penting diberdayakan kapasitasnya dan dunia sangat mengapresiasi, dalam proyek AgFor Sulawesi pemerintah Kanada telah mengucurkan bantuan 90 Juta Dollar Kanada.

Sejak 2012, Proyek AgFor Sulawesi meningkatkan keterampilan masyarakat mengelola pertanian dan mendorong perubahan mindset dari pendekatan sektor ke pendekatan program, untuk itu program ini harus berlanjut dengan sinergitas rekan – rekan mitra proyek AgFor Sulawesi.

Hal ini dikemukakan Ibu Israq, salah satu petani binaan proyek AgFor Sulawesi turut merasakan hasil dari penerapan teknologi pertanian Agro Forestly.

“berkat proyek AgFor Sulawesi, peningkatan pendapatan kami naik sebesar 50%, edukasi tentang teknologi pertanian adalah pola yang diterapkan oleh AgFor Sulawesi pada petani khususnya desa kayu ulowe bantaeng, sehingga kami sangat terbantu untuk mengelola dan meningkatkan produksi pertanian kami”, papar ibu israq.

Selain itu, AgFor juga memberikan pembinaan penyuluh pada petani untuk menyebarluaskan manfaat dari teknologi pertanian pemerintah kanada, sehingga petani – petani binaan AgFor dapat membantu sesama petani di desa tetangga yang tidak dijangkau AgFor dapat meningkatkan taraf hidupnya. pemerintah Kanada memandang perlu membina perempuan dan anak dalam bidang pertanian juga kelautan dengan program penyuluh tani. (*)

Komentar Pembaca