Pendidikan Karakter, Muhammadiyah Beri Masukan Ke Pemerintah

0
23

Inspiratifnews.com-Jakarta Terkait dengan upaya penolakan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) nomor 23 tahun 2017 tentang hari sekolah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah justru aktif mendorong terbitnya Keputusan Presiden yang memperkuat peraturan tersebut, yaitu dengan mengutus pengurus Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) memberikan masukan kepada Pemerintah tentang penguatan pendidikan karakter bagi siswa. Mengingat bahwa pendidikan karakter ini diharapkan akan menghasilkan siswa yang dapat mengembangkan potensi, kemampuan, kerjasama, kepribadian dan kemandirian peserta didik.

Demikian penjelasan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., ketika memberikan sambutan dalam penutupan Konsolidasi Pendidikan Muhammadiyah Tingkat Nasional di Jakarta, Sabtu (12/8/2017).

Ditambahkan bahwa Perpres tersebut akan segera keluar sehingga dapat diterapkan secara nasional. Dengan adanya Prepres ini, siswa akan mendapat pengawasan dari guru selama delapan jam per hari. Tetapi tidak selamanya dalam kelas. Guru akan bertanggung jawab terhadap pendidikan karakter siswa dengan mengadakan kegiatan ekstrakurikuler seperti kegiatan krida, karya ilmiah, latihan olah bakat/minat, dan keagamaan.

loading...

“Bahkan sekolah harus bertanggung jawab terhadap aktivitas keagamaan siswa yang meliputi madrasah diniyah, pesantren kilat, ceramah keagamaan, katekisasi, retreat, baca tulis Al Qur’an dan kitab suci lainnya” ujar Abdul Mu’ti dalam rilis yang diterima inspiratifnews.com.

Pada bagian yang lain dijelaskannya bahwa Muhammadiyah saat ini fokus kepada tiga masalah besar, yakni pendidikan, kesehatan dan pengembangan masyarakat. Dalam bidang pendidikan, Muhammadiyah saat ini sedang membangun 21 sekolah premium berstandar nasional di berbagai provinsi. Salah satunya adalah SMA Muhammadiyah yang terletak di lapangan Awwalul Islam Jalan Tol Sutami Makassar, yang sementara dalam proses pembangunan. Muhammadiyah juga sedang mendirikan perguruan mulai tingkat TK, SD, SMP, dan SMA di Melbourne, yakni di ibu kota negara bagian Victoria, Australia, yang prosesnya sudah mencapai tiga puluh persen. Sementara di Malaysia, Muhammadiyah juga sudah mengambil alih kepemilikan saham mayoritas Asia E University, salah satu kampus swasta di Malaysia, yang nantinya akan dijadikan Universitas Muhammadiyah. (uc2)

BAGIKAN

Komentar Pembaca