Pengamat : Perbankan Syariah Butuh Mitra Penyeimbang

0
43

Inspiratifnews.com-Makassar, Rencana perbankan syariah pelat merah mencari mitra strategis untuk menguatkan modal mendapat sokongan dari berbagai pihak. Selain Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pengamat jasa keuangan syariah Sulsel Syakir Sula menilai hal itu sebagai langkah tepat.

“Jika investor benar-benar masuk sebagai mitra perbankan syariah, maka mereka akan mendapat pasar perbankan syariah terbaik di dunia dan sebaliknya. Perbankan syariah bisa berkembang lebih baik,” katanya.

Ada beberapa faktor yang rencanan itu bisa berjalan lancar. Pertama, Indonesia merupakan satu negara dengan penduduk terbesar di dunia. Kedua, kecenderungan pertumbuhan pangsa pasar perbankan syariah cukup pesat di bandingkan negara lain.

“Selain itu, peraturan yang cenderung longgar. Artinya Indonesia adalah negara yang ramah terhadap investor asing. Belum lagi, Indonesia masuk 10 besar negara dengan ekonomi terbesar di dunia,” katanya.

OJK sendiri telah menyatakan dukungannya terhadap rencana perbankan BUMN Syariah itu. Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengharapkan perbankan syariah agar tidak hanya mengandalkan modal dari induk usaha. “Modal bank BUMN Syariah masih kecil maka bisa menari strategic partner,” kata Muliaman.

Rekan bisnis ini dapat berasal dari investor asing atau investor dalam negeri. “Saya kira akan lebih bagus Bank BUMN Syariah melakukan merger untuk memperkuat bisnis,” pungkasnya.

Di Sulsel, kinerja perbankan syariah masih cenderung rendah dibandikan perbankan konvensional. Hingga akhir 2015, perbankan syariah di Sulsel menyalurkan sekitar Rp6,2 triliun dari total nilai kredit perbankan di Sulsel, Rp101 triliun. Sementara untuk penghimpunan dana nasabah, perbankan syariah di Sulsel baru mengumpulkan sekitar Rp3,8 triliun dari total dana pihak ketiga perbankan di Sulsel sekitar Rp78 triliun. (ish)

Komentar Pembaca