Pengamat Politik “Warning” Partai Golkar

0
135

Inspiratifnews.com – Makassar, Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak ditahun 2017 dan 2018, Partai Golkar Sulawesi Selatan intens konsolidasi pada DPD II Partai Golkar seSulawesi Selatan, hal ini dikemukakan Ketua Harian DPP Partai Golkar, H.M.Nurdin Halid.

Nurdin Halid menuturkan, pasca terbentuknya pengurus Golkar Sulsel transisi diharapkan beberapa DPD II Partai Golkar dapat melangsungkan pergantian ketua yang masa jabatannya telah selesai, Nurdin Halid juga meminta agar segera merumuskan rencana strategis pemenangan pemilu melalui pencangangan 1000 kader Golkar pada setiap Desa yang ada di Sulawesi Selatan, tutur Nurdin Halid saat ditemui beberapa waktu lalu.

“Sehingga tahapan konsolidasi dan instrumen pemenangan pemilu rampung pada pertengahan tahun 2017, kami optimis Partai Golkar memenangkan Pilkada serentak baik tingkat daerah maupun nasional”, kata Nurdin Halid.

Lain halnya pendapat pengamat politik sulsel, Andi Suryadi Culla, bahkan me-Warning Partai Beringin sebab menilai Partai Golkar seberapa besarpun konsolidasi yang dilakukan Partai Golkar, mesti mencermati arus pergerakan politik kompetitior lainnya, seperti Nasdem, Gerindra, Demokrat, PDIP, PAN, dan partai pendatang baru Perindro dan Partai Beringin Karya. Surya Culla memperkirakan, ada beberapa faktor yang akan mempengaruhi suara partai Golkar tergerus pada pilkada mendatang.

Dijelaskan, Andi Suryadi Culla, ada dua faktor penghambat kemenangan partai Golkar. Pertama, figur kepala daerah yang berasal dari Partai Golkar bukan jaminan untuk memenangkan pilkada, melainkan sebagai penguatan instrumen kelembagaan Partai Golkar.

Kedua, Figur usungan Partai Golkar pada Pilkada serentak dinilai tidak berarti bagi voters apabila figur usungan partai Golkar tidak memiliki legitimasi publik dan kepercayaan publik terhadap figur tersebut, papar Suryadi saat ditemui diwarkop 212 baulevard, minggu 18 desember.

Untuk itu, diera reformasi ini partai Golkar bukan lagi momok signifikan pada tahapan pilkada. Namun, kehadiran partai – partai politik sebagai kompetitor Partai Golkar merupakan acaman serius partai beringin, terlebih lahirnya Partai Beringin Karya di Sulawesi Selatan yang notabene partai pecahan beringin. Olehnya itu, sudah saatnya realistis pada kondisi obyektif kepartaian, tutup Suryadi. (*)

Komentar Pembaca