Penyalahgunaan Narkoba Meningkat, Apa Upaya Danny Pomanto?

0
88

Inspiratifnews.com – Makassar, Prihatin dengan kondisi Kota Makassar darurat narkoba, Badan Narkotika Kota Makassar melakukan penandatangan Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kota Makassar dengan Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obat Terlarang (YKP2N), di Rumah Jabatan Walikota, Jalan Penghibur, Selasa (18/10/2016).

Penandatangan tersebut terkait kerjasama antara BNK Makassar dengan Pemerintah Kota Makassar dalam menangani korban penyalahgunaan Napza.

Kepala BNK Makassar, Andi Abdullah Bau Sawa Mappanyukki, mengatakan saat ini Sulawesi Selatan menduduki peringkat ke 7 Penyalahgunaan Narkoba dari sebelumnya diurutan ke 12, dan  untuk meminimalisir tingkan penyalahgunaan narkoba di Kota Makassar maka seluruh SKPD terkait harus ikut serta dalam mendukung langkah tersebut.

“Kita sekarang sistem keroyok, Makassar sudah darurat narkoba. Jadi, kalau kita tidak pakai sistem seperti ini mungkin susah untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya.

Foto : Kementerian Sosial dan SKPD saat mengunjungi rujab walikota makassar, berkenaan dengan pemberantasan peredaran narkoba di Makassar.
Foto : Kementerian Sosial dan SKPD saat mengunjungi rujab walikota makassar, berkenaan dengan pemberantasan peredaran narkoba di Makassar.

Lebih lanjut, Kepala BNK Makassar ini menambahkan jika mendapatkan penderita Napza yang gawat akan direhabilitasi.

“Jika kondisinya sudah sangat gawat maka kita kirim ke Bogor dan Jogja karena peralatan rehabilitasi yang ada disana jauh lebih lengkap dari yang ada di Baddoka,” ujarnya pada inspiratifnews.com.

Sementara itu, Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto (DP), mangatakan penandatangan MoU dengan Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obat Terlarang (YKP2N) sebagai bentuk perkuatan untuk sama-sama menjadikan Napza menjadi persoalan yang sangat serius.

Menurutnya, perlu keterpaduan antara pemerintah kota dengan Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obat Terlarang agar sistem yang dibangun akan mampu mendeteksi, menemukan, mencegah dan merehabilitasi penderita Napza.

Dalam penandatangan Mou tersebut, turut hadir SKPD Pemerintah Kota Makassar, seperti Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Badan Pemberdayaan Perempuan, Dinas Pariwisata, dan Yayasan Kelompok Peduli Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-Obat Terlarang. (*)

Komentar Pembaca