Perekenomian Sulsel Tumbuh 8 persen

0
49

Inspiratifnews.com – Makassar, – Pada triwulan Il 2016 ekonomi Sulawesi Selatan tumbuh sebesar 8,1% (yoy), berada di atas per-tumbuhan ekonomi secara nasional yang sebesar 5,2% (yoy). Angka pertumbuhan tersebut berada sedikit di atas kisaran proyeksi. Dari Sisi permintaan, pencapaian pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi diantaranya disebabkan oleh peningkatan yang tinggi pada konsumsi pemerintah, seiring dengan dibayarkannya gaji ke-13 dan 14.

Selain itu, konsumsi rumah tangga juga meningkat dengan dibayarkannya THR. Meningkatnya pendapatan masyarakat dibarengi dengan keyakinan konsumen yang semakin kuat terhadap perekonomian Sulsel. Selaln itu, daya beli masyarakat Sulsel juga membaik seiring dengan relatif terjaganya inflasi.

Dengan kondisi demikian maka hasrat berkonsumsi masyarakat juga meningkat. Sementara itu, investasi di Sulsel tercatat tumbuh relatif tinggi seiring dengan mulai berjalannya beberapa proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah dan peningkatan realisasi investasi dari proyek sektor swasta.

“Di Sisi sektoral, pertumbuhan ekonomi yang tinggi didukung Oleh meningkatnya kinerja sektor unggulan seperti sektor perdagangan, sektor konstruksi dan sektor pertanian. Sektor perdagangan meningkat seiring tingginya permintaan konsumen saat Ramadhan dan menjelang perayaan Lebaran Yang dibarengi dengan libur sekolah,” ujar Kepala BI Wiwiek Sisto Widayat dalam diskusi bersama media di Cafe the boss, Rabu 10 Agustus 2016.

Sementara itu, peningkatan pertumbuhan pada sektor konstruksi dikarenakan beberapa proyek infrastruktur sudah mulai dibayar. Sedangkan peningkatan pertumbuhan di sektor pertanian disebabkan pada periode April-Mei 2016 terdapat panen raya.

Mencermati perkembangan terkini, apabila tren pertumbuhan Sulsel untuk triwulan III dan IV minimal dapat dipertahankan sebagaimana pola selama ini, maka pertumbuhan ekonomi Sulsel pada 2016 diprakirakan dapat tembus di kisaran 7,6% -8,0%. Hal ini berarti lebih baik Jika dibandingkan dengan pencapaian pertumbuhan 2015 (7,15%).

Beberapa sektor yang berpotensi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Sulsel di 2016 adalah sektor Jasa Keuangan, sektor Perdagangan, sektor Konstruksi, sektor Industri Pengolahan, sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, sektor Pengadaan Listrik/Gas, dan sektor Administrasi Pemerintahan.

Penerapan BI 7 Day (Reverse) Repo Rate
Sementara itu, guna memperkuat transmisi kebijakan moneter, Bank Indonesia melakukan penguatan kerangka operasi moneter, yang didukung upaya pendalaman pasar keuangan.

Langkah tersebut akan dimulai pada 19 Agustus 2016 yang ditandai dengan diimplementasikannya BI 7 Day (Reverse) Repo Rate, sebagai pengganti BI Rate, yang selama ini telah diposisikan sebagai suku bunga acuan (suku bunga kebijakan). Penguatan kerangka operasi moneter juga pernah dilakukan Oleh sejumlah negara Iain seperti Malaysia (2004), Thailand (2006), Selandia Baru (2006), Korea Selatan (2008), dan Filipina (2015).

Ada tiga dampak utama yang diharapkan dalam peluncuran BI 7 Day (Reverse) Repo Rate, yaitu pertama menguatnya sinyal kebijakan moneter dengan suku bunga BI 7 Day (Reverse) Repo Rate sebagai acuan utama di pasar keuangan, kedua meningkatnya efektivitas transmisi kebijakan moneter melalui pengaruhnya pada pergerakan suku bunga pasar uang dan suku bunga perbankan. (*)

Komentar Pembaca