Perpaduan B2 dan B3 Tingkatkan Kemampuan Menulis Siswa

0
75

Inspiratifnews.com – Bantaeng-Sebulan telah berlalu pasca pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Modul III praktik yang baik program buku bacaan berjenjang (B3) yang dilaksanakan pada salah satu hotel di Makassar selama lima hari dan diikuti oleh 76 fasilitator daerah (fasda) dari 13 Kabupaten Kota di Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Bantaeng, (29/3/2016).

Idayani, S. Pd termasuk salah satu fasda B3 Bantaeng yang telah melakukan praktik penggunaan buku besar (B2) dan buku bacaan berjenjang (B3) di kelas II SDN 7 Letta Bantaeng. Sejak saya memperkenalkan buku besar (B2) dan buku bacaan berjenjang (B3) kepada siswaku di kelas II, mereka sangat antusias dan bergembira dan bahkan selalu ingin belajar dengan buku tersebut. 

Pernah ketika saya mengajarkan strategi membaca bersama dengan menggunakan buku besar atau big book (B2) yang berjudul SEMINGGU BERSAMA KAKEK, siswanku sangat antusias dan bergembira, bahkan saking gembiranya mereka saling berbagi cerita secara lisan lalu kemudian serentak bersorak meminta untuk menulisnya dengan bahasa mereka sendiri. “Ibu, bolehkah kami menulis juga cerita tentang Kakek kami?,” teriak siswa dengan gembiranya.

Sebagai seorang guru kreatif, Idayani langsung menyediakan alat tulis dan buku cerita kecil yang masih kosong dengan judul Seminggu Bersama Kakek dan membagikannya kepada setiap siswa kemudian memintanya menulis dengan bahasa mereka sendiri. Ternyata, sebelum mereka menulis, lebih awal mereka menggambar lalu bercerita berdasarkan gambar yang telah dibuatnya.

“Alhamdulillah, saya sangat kagum melihat perkembangan kemampuan siswa saya, saya tidak perna menduga sebelumnya kalau mereka akan menggambar sebelum menuliskan cerita mereka. Pikiran mereka mulai terbuka, sejak belajar dengan menggunakan B2 dan B3″, jelas Idayani.

Berikut salah satu hasil tulisan siswa saya “Hari Senin. Aku dan adik pergi ke rumah kakek di desa. Kakek mengajakku dengan adik untuk ke sungai. Setelah sampai di sungai aku dan adik mandi-mandi. Dan aku pun bilang sama kakek (kakek, aku ingin pulang di rumah). Sesampai di rumah aku dan adik menonton televisi. Dan kakek datang membawa makanan, ada roti, susu, dll. Setelah sesudah makan, kami tidur di kamar. Kakek membacakan dongeng (sebuah kisah) untuk kami. Kami pun langsung tertidur.”

Hasil karya masing-masing siswa tersebut saya simpan dalam portofolio mereka sebagai nilai tambah, bahkan portofolio hasil karya mereka dijadikan sebagai materi kaji ulang pada kegiatan Review Meeting Good Practice Schools (GPS) yang diselenggarakan oleh USAID PRIORITAS Sulawesi Selatan atas kerjasama Dikpora Kab. Bantaeng dua pekan lalu.

“Hasil karya siswa kami mendapatkan apresiasi oleh peserta pada review meeting GPS dan bahkan salah satu peserta dari SMP merasa terinspirasi dan juga akan memulai mengajak siswanya untuk menulis,” tutupnya.

 

Citizen Report : Sulaiman

Komentar Pembaca