Pertemuan Presiden dengan Ormas Perempuan Islam, Ini kata Nasyiah !

0
85

Inspiratifnews.com –  Makassar, Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PP Nasyiah) datang ke Istana Negara menemui Presiden Jokowi bersama sejumlah Ormas Perempuan Islam, rabu 9 november. setelah pertemuan tersebut ketua umum PP Nasyiah memberikan keterangan pers pada inspiratifnews.com, berikut penjelasannya :

Selasa malam (8/11/2016), saya mendapat undangan via SMS dan telp dari protokoler Presiden untuk hadir di Istana Negara tanggal 8 November 2016 pukul 16.30 WIB. Saya meragukan SMS dan telp tersebut, maka saya telp balik. Saya mengkonfirmasi siapa saja yang diundang. Saya sempat bertanya-tanya mengapa dari pihak Muhammadiyah hanya Nasyiatul Aisyiyah yang diundang. Saya akhirnya memutuskan untuk menghadiri undangan tersebut.

Pertemuan yang berlangsung Rabu sore (9/11/2016), dihadiri oleh Al Irsyad Al Islamiyah, Jam’iyatul Washliyah, Ikadi, Perti, Majelis Rasulullah, Syarikat Islam, BKPRMI, Muslimat NU, Mathla’ul Anwar, DDII, Fatayat NU, Wanita Islam, GP Ansor, Parmusi, Kahmi, dan Nasyiatul Aisyiyah.

Dalam kesempatan itu Pak Jokowi menyampaikan respon tentang aksi 4 November. Beliau menyampaikan terima kasih kepada para ulama dan ormas yang sudah menjaga demo dengan baik. Beliau juga menyampaikan bahwa ormas yang diundang ke istana adalah ormas yang memiliki tanggapan yg beragam pada aksi 4 November. Pak Jokowi juga menyampaikan alasan beliau tidak menemui perwakilan aksi, yaitu masalah prosedur keamanan.

Di awal pertemuan, beberapa ormas menyampaikan pendapatnya. Pada kesempatan itu, saya juga menanyakan beberapa hal kepada Bapak Presiden.

“Saya, Diyah Puspitarini, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah. Nasyiatul Aisyiyah adalah ormas yang sudah lama, 86 tahun, tetapi saya paling muda di sini (diantara pimpinan ormas lain)”.

Saya menyampaikan ke Pak Presiden,
1. Apa dan kenapa kami diundang secara mendadak seperti ini. Sejauh mana keseriusan pemerintah dalam menanggapi kasus Ahok.

2. Jika tadi Bapak Presiden menyampaikan bahwa demi keamanan Bapak lebih baik tidak menemui rakyat. Saya sampaikan bahwa rakyat yang berunjuk rasa ingin bertemu dengan pemimpin mereka. Jangan khawatir dengan rakyat.

3. Saya berharap pemerintah berlaku adil dalam penanganan kasus Ahok ini. Rakyat hanya membutuhkan 1 kata, keadilan.

Pertanyaan saya tidak dijawab langsung oleh Pak Presiden, tetapi oleh Pak Mensesneg.

Acara diakhiri dengan sholat di masjid di lingkungan istana negara. Dan setelah itu kami pulang.

Jakarta, 9 November 2016
Diyah Puspitarini
Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah

loading...
BAGIKAN

Komentar Pembaca