Pertumbuhan Bisnis E-Commerce Ancaman Bagi “DAPUR ASITA”, Ini Penyebabnya !

0
152

Inspiratifnews.com – Makassar, Tumbuhnya Bisnis E-Commerce di Indonesia seperti Traveloka, sangat berpengaruh pada pelaku usaha jasa Tour and Travel dan menggangu “DAPUR ASITA” selaku Asosiasi Jasa Tour and Travel terbesar di Indonesia sehingga menimbulkan adanya kebijakan Garuda Indonesia yang akan memberlakukan penyesuian Komisi dan Insentif pada tanggal 1 maret 2017 mendatang.

Pengurus DPD ASITA foto bersama usai Konfrensi Pers, (6/2/2017).
Pengurus DPD ASITA foto bersama usai Konfrensi Pers, (6/2/2017).

Terkait kondisi tersebut, Didi L Manaba mengatakan, 30 DPD ASITA seIndonesia rencananya menolak penurunan Komisi Agent keputusan ini berdasarkan dari DPP ASITA, sebab “DAPUR ASITA” seluruh Indonesia bersumber dari penjualan tiket Domestik dan International, tegas Ketua Umum DPD ASITA Sulsel saat konfrensi pers di sekretariat Jalan Sungai Saddang (6/2/2017).

Disulsel, terdapat 300 anggota ASITA Sulsel juga sepakat akan kepengurusan DPP ASITA terkait kebijakan Garuda Indonesia sebagai penyedia jasa penerbangan akan menurunkan komisi agent.

Padahal, Kata Didi L Manaba, Travel Agent sebagai garda terdepan penjualan tiket Garuda Indonesia baik secara konvensional maupun online, sementara pembelian tiket secara online travel agent sering terkendala teknis pada layanan tersebut sehingga meningkatnya biaya operasional, tutur Didi L Manaba.

Olehnya itu, DPD ASITA Sulsel dengan tegas “MENOLAK” kebijakan Garuda Indonesia dan meminta untuk merivisi kebijakan tersebut. Mengingat Travel Agent se-Sulsel adalah mitra strategis Garuda Indonesia dan telah lama terjalin sebelum berkembangnya Bisnis E-Commerce saat ini, Didi L Manaba Menjelaskan.

Garuda Indonesia sebagai Carrier Flight dan Perusahaan Jasa Penerbangan milik Pemerintah harusnya mengayomi Travel Agent Konvensional yang telah lama menjadi mitra strategis dan turut andil “Membesarkan” sehingga Garuda Indonesia berkembang pesat, padahal Omzet Penjualan Travel Agent Konvensional maupun Travel Digital pun tetap berimbang.

Rencana pemberlakuan kebijakan tersebut, Didi L Manaba memprediksi Travel Agent mengalami penurunan penjualan tiket Domestik sekitar 40%, dan penjualan tiket International sekitar 60%. Bahkan, kondisi terburuk Anggota ASITA bila terjadi penurunan komisi agent bakal terancam gulung tikar, tegasnya.

Pada konfrensi pers tadi sore dihadiri oleh sejumlah agent lokal dan nasional seperti PANORAMA Tour and Travel, CARAKA Tour and Travel, ALJASYIAH Tour and Travel, PRIMA Tour and Travel, HOKY Tour and Travel, dan MANORIAN Tour and Travel. (*)

Komentar Pembaca