Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Jokowi Keluhkan Dana Tebusan Amnesty Sulsel

0
101

Inspiratifnews.com – Makassar, Presiden Joko Widodo bersama rombongan akhirnya tiba di Hotel Grand Clarion Makassar, Jumat (25/11/2016). Pesiden Jokowi mengenakan baju batik abu-abu lengan panjang, didampingi Ibu Iriana Jokowi yang mengenakan atasan polos dan bawahan batik.

Turut mendampingi, Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dan Ayunsri Syahrul. Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti bersama istri, Kapolda Sulsel Irjen Pol Anton Charliyan serta sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Setelah menerima tokoh masyarakat sulawesi selatan, Joko Widodo (Jokowi) kemudian memberikan pengantar Tax Amnesty. menurut Jokowi, program amnesty yang diterapkan kabinet kerja merupakan yang terbaik di dunia dengan perolehan dana amnesty sebesar Rp.98,7 Triliun.

Jokowi juga mengungkapkan kekagumannya terhadap pertumbuhan ekonomi di sulawesi selatan yang tertinggi di Indonesia. “pertumbuhan ekonomi sulawesi selatan berkisar 8%, sementara pertumbuhan ekonomi nasional rata – rata 5%, sehingga atas nama Pemerintah kami apresiasi pencapaian ekonomi dibawah kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo, Terima Kasih Pak Gubernur, tangkas Jokowi dihadapan tamu undangan memenuhi phinisi ballroom.

Namun, Jokowi juga menyayangkan perolehan dana wajib pajak amnesty tahap pertama di sulsel masih rendah. Jokowi bergelagak “dikantong saya ada daftar pengusaha yang tidak ikut tax amnesty tapi hadir malam ini, untuk itu bu Sri Mulyani punya kewajiban menjelaskan mengapa Sulsel perolehan tax amnestynya rendah sehingga pengusaha yang hadir malam ini segera ke bank-bank pemerintah dan swasta untuk ikut tax amnesty”, paparnya.

Layaknya gayung bersambut, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani menjelaskan sulawesi selatan pada tahap pertama program tax amnesty. dari data direktorat pajak terdapat 1,6 juta wajib pajak, dan ada sekitar 17ribu wajib pajak amnesty sementara dana tebusan amnesty yang diperoleh Rp.1.3 Triliun, angkanya cukup kecil ketimbang pertumbuhan ekonomi sulsel, ungkap Sri Mulyani.

Bila dirunut lagi, kata Sri Mulyani, dana tebusan amnesty sulsel sebesar Rp.810 Milyar, hal ini diperoleh dari 666.750 wajib pajak (wp) wajib spt terdapat 8.871 wp amnesty, kami berharap pada tanpa kedua dan ketiga tax amnesty, sulawesi selatan memperoleh dana tebusan amnesty meningkat, pungkas Sri Mulyani.

Sementara itu, hadirin yang memenuhi phinisi ballroom grand clarion sebanyak 4000 dari undangan yang disebar sebanyak 3084, pengusaha indonesia timur seperti Papua dan Maluku nampak hadir. (*)

Komentar Pembaca