Peserta PKP-TMU bahas 10 Isu Strategis Pelajar

0
107

Citizen Reporter :

MUH. ARIF INDRA JAYA

Peserta PKP-TMU asal Sulsel

Inspiratifnews.com, Palembang- 31 Januari 2016. Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) melalui forum Konferensi Pimpinan Wilayah (Konpiwil) di Surabaya pada 15-17 Januari 2016 hendak mengetengahkan beberapa topik penting yang. berkaitan dengan isu-isu pelajar. Sebagai organisasi yang menegaskan dirinya sebagai Gerakan Pelajar Berkemajuan: Manifesto Gerakan Ilmu, maka IPM berusaha memperhatikan isu-isu kekinian dan masa depan. Setelah membaca berbagai dinamika kehidupan dan dunia kepelajaran, maka IPM mencampaikan isu-isu sebagai berikut:

1. Pembangunan berkelanjutan.
Apa yang hendak diwariskan oleh manusia hari ini akan menentukan tingkat kesejahteraan dan pertumbuhan peradaban manusia di masa yang akan datang. Sumber daya alam terperbarui dan sumber daya alam non terperbarui menentukan kuantitas dan kualitas kesejahteraan di masa depan. Sudah menjadi tanggungjawab semua pihak, termasuk IPM untuk turut berperan dalam mewariskan kesejahteraan hari ini bagi generasi selanjutnya. Pembangunan berkelanjutan dapat dimaknai sebagai cara untuk menjaga stok SDA terperbarui dan non terperbarui bagi generasi di masa yang akan datang. Oleh karena itu isu pembangunan menjadi penting bagi IPM. Pembangunan berkelanjutan merupakan istilah yang dihasilkan dari gabungan dua konsepsi, yakni Pembangunan (developmentalism) dan berkelanjutan (sustainability. IPM memandang bahwa pembangunan berkelanjutan merupakan salah-satu agenda urgen yang dimaksudkan agar proses-proses pembangunan negara dapat memenuhi tanggungjawabnya bagi perbaikan dan perawatan masa depan. Sebagaimana agenda PBB untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) harus diberi predikat bermakna, yaitu sustainable development with meanings SDGs yang merupakan pelanjut/pengganti MDGs akan disahkan Sidang Umum PBB yg berlangsung tanggal 25-27 September 2015.

2. Sosial enterpreneurship
Sosial enterpreneurship merupakan deskripsi dari proses kewirausahaan yang membawa dampak sosial. Enterpreneurship sebagai sebuah konsep kewirausahaan yang menjalankan operasi produksi dan distribusi harus membawa dampak sosial. Artinya, proses operasinya harus dilandasi pada nilai-nilai kemanusiaan. Sociopreneur bagi IPM adalah sebuah usaha yang tidak semata-mata memikirkan keuntungan pribadi, melainkan juga untuk membangun dan mengembangkan komunitas agar lebih berdaya. IPM dengan sumberdaya pelajar Muhammadiyah dapat menjadi kekuatan dan modal sosial. Kemampuan dasar (core competence) yang dimiliki individu-individu pelajar seperti kemampuan berkomunikasi, kemampuan berjejaring sosial, kemampuan menulis, kemampuan menggunakan kamera, kemampuan menggunakan media sosial, dll. Semua itu bisa menjadi modal sociopreneur. Dengan sociopreneur diharapkan IPM dapat menciptakan dan memimpin organisasi yang ditujukan sebagai katalisator perubahan sosial dalam tatanan sistem melalui gagasan baru, produk, jasa, metodologi dan perubahan. Di sini kita melihat adanya hubungan antara metode bisnis dengan penciptaan nilai sosial.

3. Konservasi Ekologi dan Tanggap Kebencanaan.
Konservasi ekologi merupakan salah-satu konsep mengenai proses perawatan dan perbaikan ekosistem kehidupan. Konservasi ekologi sebagai sebuah konsep, memiliki beberapa asumsi pokok. Pertama, common but differentiated responsibility, kesadaran ekologi dengan tanggungjawab yang berbeda. Kedua, konservasi ekologi berkaitan dengan proses pengembalian interaksi yang harmonis antara manusia dan lingkungan. Dalam pandangan IPM asumsi yang pertama menjelaskan bahwa kerusakan ekologi disebabkan oleh beragam persoalan. Berbagi penyebab itu berkaitan erat dengan jenis tanggungjawab yang harus dilakukan. tentu saja, industri-industri dengan ekspansi modal besar yang eksploitatif dan masyarakat lokal yang melakukan penebangan pohon tidak dapat dikenakan jenis tanggungjawab yang serupa. Dalam hal itu, industri besar harus menyesuaikan tanggungjawab dengan daya eksploitasi yang dihasilkan, serta dampaknya bagi masyarakat.

4. Inovasi sains dan teknologi
Revolusi industri memberikan kita pelajaran penting soal pengembangan sains dan teknologi yang memperkuat kualitas kehidupan yang lebih baik. Pengembangan sains dan teknologi pada akhirnya harus menjadi sarana dalam memperkuat kemanusiaan, dan bukan sebaliknya. Inovasi sainstek menjadi penting di era gelombang ilmu pengetahuan saat ini. IPM membiliki basis masa di sekolah Muhammadiyah dan non-Muhammadiyah dapat menjadi modal utama. Banyak siswa-siswi Muhammadiyah yang menjuarai berbagai olimpiade dan lomba-lomba tingkat nasional dan internasional. Mereka selain menjuarai berbagai bidang sains dan teknologi, mereka juga menemukan berbagai inovasi sains dan teknologi. Mereka ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Mereka harus dimobilisasi dan dibina untuk terus mengembangkan berbagai ilmu pengetahuan sebagai pelanjut masa depan peradaban umat manusia.

5.’Jihad Literasi.
Kualitas literasi masyarakat mempengaruhi proses-proses perwujudan kesejahteraan. Menurut sejumlah indikator kuantitatif Indonesia termasuk negara dengan tingkat literasi yang memprihatinkan. Tentu saja, kenyataan ini menurut IPM harus segara diatasi. Kualitas literasi masyarakat Indonesia sebagai sebuah tantangan klasik di masa sekarang, juga menjadi sebuah agenda penting yang prospektif. Di Indonesia program-program pengembangan literasi didukung oleh masyarakat dan negara dengan berbagai jenis dan model pendekatan yang berbeda. Bagi IPM peningkatan kemampuan literasi merupakan suatu prasyarat penting bagi pertumbuhan kualitas kehidupan. Memperjuangkan literasi bagi kepentingan orang banyak, merupakan tanggungjawab IPM bersama masyarakat dan negara. Hal itu dapat dilakukan melalui pembentukan komunitas literasi, kampanye hak membaca dan buku murah bagi masyarakat, mendesak subsidi negara terhadap buku, serta berbagai agenda penting lainnya. Perjuangan literasi akan memberi dampak bagi perkembangan budaya literasi masyarkat. Hal tersebut tentu saja akan memberi pengaruh yang sangat signifikan bagi masyarakat di masa yang akan datang. Bagi IPM, jihad literasi berarti memperjuangkan kualitas kehidupan yang lebih baik untuk generasi berikutnya.

6. Narkoba dan Rokok.
Narkoba dan rokok merupakan sebuah isu yang berkaitan langsung dengan kesehatan kelompok muda. Narkoba dan rokok pada dasarnya merupakan dua jenis produk yang berbeda kadar dan pengaruhnya pada kesehatan. Meskipun demikian, menurut IPM pengadvokasian kesehatan kelompok muda termasuk pelajar selalu mengutamakan hak-hak kesehatannya daripada berbicara soal topik-topik kontroversialnya. Hak kesehatan bagi kelompok muda seharusnya menjadi fokus utama. Narkoba dan rokok pada dasarnya telah menjadi instrumen kekerasan terhadap hak-hak kelompok muda. Proses distribusi yang sejak awal telah menyalahi hak-hak kesehatan telah menjadi instrumen baru penguasan kapitalisme terhadap dunia kesehatan. Berkaitan dengan hal itu, sudah seharusnya secara kritis dan radikal, tak sekedar historis meninjau keberadaan narkoba dan rokok dalam konteks daya rusaknya. Selamatkan pelajar!

7. Sekolah Ramah Anak.
Sekolah pada dasarnya merupakan media internalisasi nilai-nilai dan proses pembentukan generasi-generasi yang mengisi masa depan. Sekolah dengan demikian dalam pandangan IPM merupakan salah-satu instumen penting di dalam struktur institusi pengembangan masyarakat selain berbagai inisiasi mandiri komunitas-komunitas. Meskipun demikian, menurut IPM sekolah telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sistem sosial masyarakat modern, di mana sekolah mengambil peran sebagai katalisator individu dengan rekonstruksi kesadaran. Tanpa bermaksud menafikan yang lain, sekolah telah menjelma menjadi sistem sosial tersendiri, maka sangat penting untuk menginternalisasikan nilai-nilai moral dan etika di dalam praksis institusi pendidikan. Namun kasus-kasus kekerasan di dalam sekolah telah mengindikasikan sebuah kontradiksi penting dari lembaga pendidikan. Oleh karenanya dibutuhkan sebuah pendekatan jangka pendek maupun jangka panjang untuk merefleksikan kembali kehadiran sekolah yang aman terhadap hak-hak anak. Jangka panjang dapat ditempuh dengan perbaikan sistem, sedangkan jangka pendek adalah dengan memperbesar dan memperluas sarana advokasi bagi hak-hak anak menerima perlakuan layak di sekolah. Sudah saatnya anak merasa aman dan nyaman dalam proses perkembangan dirinya. Sama seperti di dalam masyarakat, proses pendidikan seharusnya apresiatif dan jauh dari kekerasan.

8. Pendidikan Anti-Korupsi
Pendidikan Anti-Korupsi adalah sebuah program edukasi yang bertujuan untuk membagi proses penyadaran sebagai langkah untuk mencegah perilaku korupsi di masa mendatang. Korupsi telah menjadi salah-satu rintangan terpenting negara-negara penganut sistem demokrasi. Korupsi telah menjadi ekses yang harus diakui muncul dalam berbagai konteks kepengaturan (govermentality). Korupsi telah menjadi penghambat berbagai proses-proses pembentukan masyarakat madani. Pendidikan Anti-Korupsi dengan demikian ditujukan bagi proses edukasi kemanusiaan yang penting di era sekarang. IPM sebagai organisasi amar makruf nahi munkar di kalangan pelajar, harus turut memainkan dalam upaya pendidikan anti korupsi. Upaya pencegahan, dapat dilakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai berbuat baik sebagaimana etos al-Maun, juga memberikan virus anti korupsi bagi pelajar sejak dini.

9. Pornografi dan Tawuran Pelajar
Pornografi dan tawuran pelajar merupakan salah-satu isu yang merebak di kalangan pelajar urban. Meskipun dalam beberapa konteks,fenomena ini merata bagi seluruh varian pelajar. Akan tetapi pengaruh dan daya rusaknya berbeda. sama seperti tantangan narkotika, pornografi maupun tawuran pelajar merupakan gejala yang penting karena berkaitan langsung dengan proses pengembangan diri pelajar. Perkelahian ini sering terjadi bukan hanya dari pelajar SMA tetapi juga pelajar SMP. Menurut IPM banyaknya tawuran antar pelajar di kota-kota besar Indonesia merupakan fenomena yang harus dicari jalan keluarnya untuk mengatasi masalah tawuran antar pelajar. Selain itu, pornografi juga harus menjadi agenda dakwah pencerdasan di kalangan pelajar. Mereka sebagai generasi pelanjut bangsa ini harus dibentengi akhlaknya. Sehingga kelak akan menjadi pemimpin yang cerdas, berkarakter kuat dan berbudi luhur.

10. Memanfaatkan Bonus Demografi
Wacana bonus demografi di Indonesia sudah mulai muncul lima tahun lalu. Kini tahun 2015 ini Indonesia menjelang memasuki apa yang disebut dengan fase bonus demografi. Apa yang disebut bonus demografi adalah saat 100 orang usia produktif (15-64 tahun) menanggung kurang dari 50 orang usia tidak produktif. Puncak bonus demografi Indonesia adalah tahun 2028-2031, saat 100 orang usia produktif menanggung 46,9 orang tidak produktif. Secara teoritis, lebih besarnya jumlah penduduk usia produktif daripada yang tidak produktif akan menjadi penggerak kegiatan perekonomian. Indonesia saat ini memiliki 65 juta orang berusia 15-29 tahun, dimana jumlah penduduk usia produktif ini akan terus bertambah hingga puncaknya pada 2018-2031. IPM memandang wacana bonus demografi adalah anugerah yang tidak boleh dibiarkan lewat sia-sia begitu saja. Tidak boleh bangsa ini, apalagi pemerintah, hanya berwacana, melainkan harus memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh. Tahun ini Indonesia memasuki fase bonus demografi. Tetapi harus diingat bahwa bonus demografi ini hanya bermanfaat apabila penduduk usia 15-29 tersebut berpendidikan sejahtera serta sehat jasmani dan rohani. Tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia dan lapangan kerja berkualitas, termasuk penciptaan iklim yang melahirkan pelaku wirausaha, besarnya jumlah penduduk usia muda akan berbalik menjadi beban.

10 isu strategis IPM yang sedang dibahas oleh peserta Pelatihan Kader Paripurna Taruna Melati Utama (PKP-TMU) Nasional. Dari pembahasan ini akan diperinci sebagai stimulus gerakan IPM dalam pembangunan berkelanjutan.

Komentar Pembaca