Pilwali 2018, Demokrat Bingung Tentukan Calon yang Akan Diusung

0
120

Inspiratifnews.com – Makassar – DPC Demokrat Makassar masih bimbang mengarahkan dukungan di Pilwalkot Makassar yang akan digelar pada 2018 mendatang. Pasalnya, ada dua kader Demokrat yang diwacanakan bakal berebut tiket usungan parpol yaitu, Syamsu Rizal (Sekretaris DPD Demokrat Sulsel) dan Adi Rasyid Ali (Ketua DPC Demokrat Makassar).

Selain itu, Demokrat pun masih melirik Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto untuk diusung untuk kedua kalinya.

Ketua OKK DPD Demokrat Sulsel, Zulkarnain Paturuni mengakui hal tersebut.Dia mengatakan,partainya memang belum menyatakan sikap.Meski kedua kadernya telah bersosialisasi kepada masyarakat.

“Sampai saat ini keduanya belum menyatakan sikap secara terbuka.Tetapi kita bisa melihat cara cara mereka bersosialisasi,” kata Zulkarnain, didampingi Adi Rasyid Ali, saat konfrensi pers, di Kantor baru DPC Demokrat Makassar, Jalan Batu Raya, Makassar, Senin (27/3/2017).

Zulkarnain yang juga Sekretaris DPC Demokrat Makassar menjelaskan,ada beberapa indikator penilaian yang mesti dipenuhi, sebelum menentukan tiket usungan,seperti memiliki kapasitas, kapabilitas, tidak memiliki catatan ‘hitam’ di ranah hukum, tidak memiliki cacat moral dan standarisasi penilaian lainnya.

“Partai Demokrat itu kan partai yang terbuka. Kalau ditanya apakah Pak Ara memungkinkan (diusung)? Sangat terbuka. Yang pasti Demokrat memprioritaskan kader,”katanya.

Diketahui, Demokrat pada Pilwalkot Makassar 2013 lalu mengusung duet Danny-Ical (DIA). Namun Zulkarnain memberi tanggapan berbeda. “DIA itu kan bisa juga Danny-Ara. Kan begitu,”kata, Zulkarnain sembari berkelakar.

Dijelaskan juga, penjaringan Demokrat untuk Pilkada Serentak 2018 baru akan dilakukan setelah pelantikan DPD Demokrat Sulsel dan Muscab DPC Demokrat se-Sulsel. Ia pun mengaku, sampai saat ini belum ada petunjuk teknis yang dibuat, dalam rangka penjaringan kandidat untuk diusung.

Terpisah, Adi Rasyid Ali menegaskan, belum menyatakan diri untuk maju di Pilwalkot Makassar.

”Kita belum bicara (Pilwalkot). Saya kira itu masih jauh.Sosialisasi yang dilakukan, semata-mata untuk menyosialisasikan partai dan membesarkan partai. Nanti kita lihat lah,”jelasnya. (**)

Komentar Pembaca