PM Kawal Penipuan Berkedok Beasiswa Di Bulukumba

0
15

Inspiratifnews.com-Bulukumba Kasus Penipuan dengan berkedok beasiswa menimpa sejumlah orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) 301 Kaluku Desa Benteng Palioi Bulukumba.

Mereka mendapat telpon yang mengatas namakan kepala sekolah dengan memberikan iming-iming beasiswa senilai 1,5 juta rupiah kepada siswa.

“Penipuan berkedok beasiswa menimpa orang tua siswa SD 301 Kaluku ini Mereka di telpon oleh seseorang dengan alasan anaknya menerima beasiswa senilai 1,5 juta rupiah, mereka terpengaruh karena penipu tersebut mengatas namakan kepala sekolah SD 301 Kaluku” terang Syarifuddin Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah (PM) Bulukumba dalam rilisnya, Jum’at (11/8/2017)

loading...

Dia menjelaskan, korban diarahkan oleh pelaku penipuan untuk menuju kota yang lokasinya pas depan PLN Cabang Bulukumba, serta di Kantor Dinas Pendidikan, untuk ketemu langsung.

“Namun saat korban telah berada di lokasi yang telah disebutkan, pelaku justru tidak berada di lokasi. Korban hanya diberi petunjuk untuk melakukan transfer dana ke rekening pelaku penipuan” papar Syarif yang juga Menjabat sebagai ketua Bidang Hukum dan Advokasi PM Bulukumba.

Salah satu korban, Lina (30) mengaku telah melakukan transfer ke rekening pelaku sebesar 20 juta rupiah. Dia masuk ke ATM mengikuti arahan pelaku dan akhirnya uangnya terkirim, pungkas Lina.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku penipuan beasiswa tersebut mengatasnamakan Kepala Sekolah, sementara saat di konfirmasi ke Kepala Sekolah, dia tidak tahu menahu kejadian tersebut.

Untuk itu Pemuda Muhammadiyah Bulukumba berkomitmen mengawal kasus ini, hingga pelaku yang telah merugikan masyarakat kecil ini dapat terungkap.

“kami telah mendampingi korban untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian dan kita menunggu pihak kepolisian bekerja untuk mengukap kasus ini karena di struk pengiriman sudah ada nama pelaku pemilik rekening” pungkasnya.

Selain itu PM Bulukumba juga akan terus berupaya mencari informasi tentang pelaku. (uc2)

Komentar Pembaca