Rekonstruksi Dunia Pendidikan

0
47

Rekonstruksi Dunia Pendidikan

Oleh : Ahmad*

Sebuah bangsa akan maju kalau memperhatiakan pendidikannya, manusia hanya bisa dibentuk melalui jalur pendidikan formal dan nonformal kedua jalur ini harus dijaga untuk menjaga kualitas dan mutu pendidikan. Bangsa Indonesia sejak awal sudah mendeklarasikan diri ingin mencerdaskan kehidupan bangsa karena tanpa itu kita tidak bisa maju baik, ekonomi, budaya, politik, hukum dan sosial. Oleh karena itu sudah semestinya setiap individu ataupun masyarakat harus mengedepankan yang namanya pendidikan serta mendorong kehidupan berbangsa dan bernegara untuk meningkatkan kualitas dirinya melalui pendidikan.

Keputusan pemerintah tentang pengalokasikan anggaran pendidikan 20 % mesti dievaluasi karena sampai hari ini belum ada perubahan secara signifikan dari proses belajar mengajar yang mendorong sebuah perubahan besar. Pendidikan gratis yang diwacanakan selama ini hanya menjadi bualan politik dari para elite untuk mendapatkan simpati masyarakat luas yang pada kenyataanya adalah pembohongan publik karena belum dirasakan langsung oleh rakyat kecil diakibatkan lemahnya pengawasan dan rapuhnya mental para pelaksana kebijakan.

Gerakan indonesia mengajar yang digagas Anis Baswedan mestinya lebih massif karena pada saat ini Anis Baswedan (Mentri Pendidikan) masuk dalam struktural pemerintahan yang memiliki fungsi yang sangat urgen dalam meningkatkan kualitas peserta didik. Indonesia mengajar hampir tidak terdengar lagi dalam ruang kemasyarakatan yang mestinya menjadi harapan dalam memajukan bangsa indonesia.

Seolah negeri ini tidak pernah belajar pada negeri tetangga yang dulunya belajar di indonesia dan bahkan guru-guru di indonesia kirim ke Malaysia untuk mendobrak “kebodohan”, tapi ternyata kita alpa dalam meningkatkan kualitas kita sebagai bangsa yang besar dan kaya akan Sumber Daya Alam. Mestinya dengan kekayaan yang kita miliki kita bisa lebih hebat dan maju dari negeri tetangga. Kita tidak bisa membayangkan kalau di negeri kita indonesia tidak ada organisasi besar seperti Muhammadiyah yang melakukan pencerahan di dunia pendidikan diberbagai pelosok indonesia yang menghadirkan Amal Usaha berupa lembaga pendidikan. Begitupun organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang mengambil peran untuk membangun indonesia denagan keterpanggilan sebagai bagian dari tanah air dan tumpah darah indonesia.

Slogan “Indonesia Hebat” tinggallah menjadi pemanis bibir dalam memperlihatkan betapa seriusnya mereka membangun indonesia. Indonesia hebat apabila pemimpinnya hebat dengan keberanian yang mempuni untuk melawan kebodohan bangsanya dengan kebijakan yang berpihak dengan akurasi pencapaian yang maksimal “bukan bualan politik” belaka.

Indonesia harus berani melawan “KEBODOHAN” secara berjamaah dan melawan “PEMBODOHAN” pula secara berjamaah dengan memerdakakan bangsanya dari penjajahan pihak asing yang bercokol di bumi pertiwi INDONESIA.

Indonesia Hebat harus dimulai dari pemimpin yang berwibawa dan berani mengambil keputusan untuk rakyatnya bukan untuk kelompoknya dan bebas dari intervensi pihak manapun yang ingin merusak bangsa dan mengambil keuntungan dari lemahnya dan rapuhnya mental para pejabat serta rapuhnya penegakan hukum di negeri ini.

Indonesia harus bangkit dan itu hanya bisa dilakukan dengan memperbaiki pendidikan kita dalam segala aspek, untuk menjemput sebuah harapan besar tentang kesejahteraan dan kemakmuran bagi bangsa dan negara republik indonesia. Mari kita memulai ini semua dengan segala kekuatan jiwa dan raga untuk indonesia berkemajuan melalui persatuan dan kesatuan serta kencintaan kita pada INDONESIA.

MERDEKA !!!

* Ketua Umum IMM Sulawesi Selatan

Komentar Pembaca