Rektor UINAM : Berita Hoax Bukti Hilangnya Kejujuran

0
231

Inspiratifnews.com – Parepare, Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1438 H di Lapangan KH. Sanusi Maggu, Universitas Muhammadiyah Parepare berlangsung hikmat. nampak ribuan warga Muhammadiyah di kota Parepare berduyun – duyun guna melaksanakan Shalat Idul fitri setelah sebulan berpuasa Ramadhan.

Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Prof. Dr. H. Musaffir Pababbari, M. Si menjadi Khatib Idul Fitri, Minggu (25/6). Kejujuran adalah Aset Bangsa Dalam Menghadapi Krisis Sosial dan Budaya adalah Judul Khutbah yang dibawakan Musaffir Pababbari.

Dia menjelaskan, saat ini manusia jujur tergolong langka di negeri ini, maraknya berita Hoax merupakan bagian dari rentang ketidakjujuran para elit yang mulai berbohong, hipokrit, dan manipulasi.

Berita Hoax adalah publikasi yang terlihat seperti berita faktual, namun ternyata berisi kebohongan dan fitnah. tujuannya macam – macam, mulai dari sekedar iseng, lucu – lucuan, motif ekonomi sampai fitnah dan hasutan untuk kepentingan politik.

Seiring dengan maraknya pengguna internet, kata Musaffir, informasi hoax terus berkembang dan merebak. dan telah menelan korban, konflik sosial yang sering dipicu melalui situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, instagram, whatshap. dia juga bilang, kalau keberadaan media sosial tersebut memudahkan masyarakat saling berbagi tautan dan konten tanpa mengecek kebenaran terlebih dahulu.

Di Jawa Barat, tercatat 149 rumah warga indramayu rusak, akibat bentrokan yang dipicu kabar bohong atau berita hoax melalui social. Sumatera Utara, berita hoax memicu konflik antar umat beragama di Tanjung Balai akibat ujaran kebencian yang disebarkan melalui media sosial, kedua provinsi ini adalah contoh dampak dari penyebaran berita hoax.

“Sedemikian berbahayanya berita hoax, pemerintah membuat regulasi untuk mengatur komunikasi lewat media informasi teknologi melalui Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008, yang memberikan sanksi berupa hukuman pidana penjara paling lama 8 tahun atau denda 2 Milyar Rupiah”, Musaffir Pababbari Menegaskan.

Dibulan Puasa yang telah kita lewati, kata Musaffir, merupakan salah satu cara untuk mendidik. para pelaku penyebar berita hoax untuk memiliki kejujuran, sehingga kejujuran dalam berpuasa sangat penting sebab tak seorang pun tau kalau kita berpuasa atau tidak, hanya Tuhan Yang Maha Tahu segalanya tentang tindak tanduk kita di bulan suci Ramadhan, terangnya.

Akhirnya, semoga puasa ramadhan yang telah usao kita tunaikan selama sebulan penuh, akan mampu memberikan pencerahan sebagai momentum untuk mulai berperilaku jujur. sebab kejujuran adalah tiang agama, sendi akhlak, dan pokok kemanusiaan manusia, tutup Musaffir Pababbari. (*)

Komentar Pembaca