Ribuan Orang Hadiri Pelaksanaan Shalat Ied Di Bissoloro, Ini Isi Khutbahnya

0
39

Inspiratifnews.com-Gowa Tujuan puasa yang dilaksanakan umat selama satu bulan penuh adalah untuk meraih derajat takwa. Ketakwaan melahirkan sikap positif dalam hidup. Mereka yang bertakwa memiliki jiwa disiplin, tanggungjawab, taat aturan, suka bekerja keras, berani dalam kebenaran, rasa malu ketika salah, serta memiliki kehormatan diri yang tinggi selaku insan mulia. Orang bertakwa itu sabar, tawakal, dan penuh harapan kepada Allah manakala memperoleh ujian dan musibah. Orang bertakwa itu cerdas, berilmu, produktif, dan gigih berikhtiar untuk meraih kemajuan selaku khalifah di muka bumi.

Demikian intisari yang disampaikan oleh Ustadz Haidir Fitra Siagian, S.Sos., M.Si., Ph.D. ketika bertindak sebagai imam sekaligus khatib Idul Fitri 1 Syawal 1438 H di lapangan hutan pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar, di Dusun Panyambeang Desa Bissoloro Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa, Ahad (25/6/2017).

Menurutnya Orang bertakwa memiliki perisai diri yang kokoh. Mereka tidak akan korupsi, melakukan kekerasan, menyimpang, dan berbuat segala bentuk kerusakan di muka bumi. Mereka yang bertakwa selalu peka dan tidak buta-tuli terhadap derita orang lain. Mereka menjadi pribadi yang selalu waspada dan menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak terpuji.

loading...

“Jika puasa diproyeksikan untuk meraih derajat takwa, maka mari kita jadikan puasa sebagai mi’raj ruhaniah, yakni proses naik tangga ruhani ke puncak tertinggi kualitas manusia utama. Seluruh sikap hidup kita harus lebih baik dalam segala hal, kata sejalan tindakan, dan menjadi suri teladan” terang Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar ini.

Dalam bagian lain khutbahnya, alumni program pendoktoran luar negeri Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang mengambil kuliah di Universiti Kebangsaan Malaysia ini, meminta agar pasca Ramadhan setiap muslim harus melakukan hijrah perilaku dari hal-hal buruk ke hal-hal baik, dari hal baik ke hal lebih baik lagi. Itulah makna puasa sebagai jalan pencerahan diri menjadi insan terbaik.

Di bulan Syawwal sebagai buah dari ibadah Ramadhan kita harus benar-benar “takhrij min al-dhulumat ila al-nur”, keluar dari segala kegelapan menuju pada tatanan yang terang benderang yakni kehidupan yang berperadaban mulia. Apabila setelah Ramadhan tidak tejadi pencerahan hidup kaum muslimin, apalagi sampai jatuh ke kehidupan yang buruk, maka puasa yang dilakukan sebulan penuh itu hanyalah puasa rukun tanpa isi” jelas mantan Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Hasanuddin periode 1998-1999 ini.

Dalam Shalat Idul Fitri tersebut diikuti oleh ribuan warga masyarakat di Desa Bissoloro dan sekitarnya, termasuk warga Persyarikatan Muhammadiyah Ranting Bissoloro. Proses Shalat Ied pun berlangsung khusuk dan hikmah, dimana masyarakat mengikuti khutbah sampai selesai. Kemudian dilanjutkan dengan silaturrahim ke rumah warga. (uc2)

BAGIKAN

Komentar Pembaca