Rombongan Umroh GTG, Tidak Terkait FKCA

0
77

Inspiratifnews.com-Makassar, Ketua Pembina Forum Kajian Cinta Alquran (FKCA) Sulsel, Dr. Ir. Hj.  Majdah Muhyiddin Zein Agus Arifin Nu’mang, M.Si., menegaskan keberangkatan umrah beberapa anggota FKCA Sulsel melalui Travel Gesia Tour Gowa (GTG) yang “terlantar” di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, tidak terkait dengan FKCA,” tegasnya.(6/2/2016).

Majda M. Zein AAN yang sehari-hari diserahi amanah oleh Yayasan Al-Gazali sebagai Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) adalah tokoh utama pendiri FKCA Sulsel.

Lebih lanjut Majdah ungkapkan, ketika mendengar informasi bahwa anggota FKCA yang ingin umrah, Dia sudah  mengingatkan agar berhati-hati dan selektif memilih travel umrah, jangan tergiur biaya umrah yang relatif lebih murah dari semestinya, ujar Majdah.

Selain mengimbau lebih berhati-hati, Majdah juga mengharapkan agar pengusaha travel lebih jeli dalam membuat kalkulasi biaya umrah agar tidak merugikan jamaah. dampaknya, timbul citra negatif bagi travel dan pihak yang terlibat didalamnya,” tandasnya.

Menurut Majdah, selama masih ada travel yg menawarkan umrah yang murah dengan biaya di bawah standar normal. kemungkinan, masih banyak kasus serupa namun belum terungkap, “Kementrian Agama harus lebih ketat & lebih tegas melakukan pengawasan,” tandasnya.

BIAYA MINIMUM WAJAR

Mengomentari nasib jamaah umrah yg sering terlantar dalam prosesi perjalanan umrah, Ketua Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Sulsel, Waspada Santing mengatakan, mendukung himbauan agar Kementrian Agama lebih ketat & tegas mengawasi travel umrah.

Waspada yang juga pengurus MUI Sulsel menilai, umrah bukan bisnis biasa, sebab melayani proses ibadah. “Pengusaha travel umrah, harus meniatkan pelayanan pada jamaahnya sebagai bagian dr ibadah, bukab bisnis semata,” katanya.

Untuk mengantisipasi agar tidak terulang kasus yang sama, Waspada Santing mengusulkan agar Kementrian Agama bersama Pemprov Sulsel mengkaji kemungkinan menetapkan “biaya minimum wajar” untuk umrah dari Makassar.

Penetapan biaya dapat dilakukan berdasarkan kalkulasi komprehensif bahwa dengan biaya itu, tidak mungkin jamaah telantar kecuali sengaja ditelantarkan.

“Demi melindungi jamaah, Kalau ada travel umrah berikan biaya  di bawah biaya minimum yang ditetapkan, dikenai sanksi tegas agar berefek jera,” tandasnya.(ish)

Komentar Pembaca