Sahabat MT: Ini 10 Alasan Mengapa Mukhtar Layak Jadi Gubernur Sulsel

0
164

Inspiratifnews.com-Makassar Sejak diskusi seputar pencalonan legislator DPR RI Mukhtar Tompo, sebagai Calon Gubernur Sulsel bergulir di publik Sulawesi Selatan, dukungan dari berbagai kalangan terus bergulir. Kali ini datang dari orang-orang yang pernah mengenal dekat Mukhtar Tompo, baik di bangku sekolah dan kuliah, maupun perjumpaan di organisasi. Teman-teman dekat Mukhtar tersebut, menggabungkan diri dalam komunitas bernama “Sahabat MT”.

Juru Bicara Sahabat MT, Rudi Salam menyampaikan bahwa komunitas ini terbentuk, karena ingin mendorong sahabat mereka Mukhtar Tompo, menjadi Gubernur Sulsel. Dalam pandangan mereka, setidaknya ada 10 alasan mengapa Mukhtar Tompo layak menjadi Gubernur Sulsel.

Pertama, Mukhtar dianggap Generasi Milenial, atau Generasi Y, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1980 hingga 1999. Generasi ini banyak menggunakan teknologi komunikasi instan seperti email, SMS, media sosial seperti facebook, twitter, BBM, dan lain-lain. Karakter generasi ini lebih fleksibel, dinamis, dan egaliter.

“Di Sulawesi Selatan populasi generasi ini mencapai 34-40%, atau sekitar 3 juta jiwa (Sulsel dalam Angka 2013). Pantaskah generasi Y ini hanya jadi penonton, jika secara kuantitas mereka sebenarnya dapat memenangkan calon dari kalangan mereka sendiri,” ungkap Rudi, yang merupakan sahabat Mukhtar sejak mahasiswa.

Kedua, Mukhtar adalah representasi kelompok santri. Ia dididik menghargai tradisi dalam kultur NU di Madrasah Tsanawiyah, berkembang dalam alam pikir berkemajuan melalui Madrasah Aliyah Muhammadiyah, dan atmosfer kritis dalam dapur kaderisasi HMI. Mukhtar adalah perwujudan “Insan Cita Nusantara yang Berkemajuan”.

Ketiga, Mukhtar hingga saat ini, adalah satu-satunya kader Hanura yang siap bertarung di Pemilhan Gubernur. Kekuatan Hanura di Sulsel, adalah kekuatan yang sangat layak diperhitungkan. Sejak kelahirannya, Hanura di Sulsel sudah memiliki Fraksi sendiri di DPRD Sulsel, belum lagi kekuatannya di DPRD Kab/Kota se-Sulsel.

Keempat, Mukhtar mewakili kaum “proletar”. Ia seorang anak yang dibesarkan dari keluarga miskin, karenanya ia mampu merasakan denyut nadi masyarakat bawah. Sejak mahasiswa, ia telah menunjukkan kepedulian dan keberpihakan terhadap kaum lemah dan terpinggirkan. Demikian pula di DPRD Provinsi, maupun di DPR RI.

Kelima, Mukhtar adalah wajah anak muda yang merintis jalan sendiri dalam pentas politik. Ia satu-satunya anak muda yang tidak mengandalkan patron client, tapi betul-betul berjuang menapak jalan politiknya sendiri. Mukhtar adalah anak muda yang merintis jalannya sendiri.

Keenam, Mukhtar adalah tipe pemimpin yang senang “blusukan”. Ia tak begitu senang berpangku tangan duduk di belakang meja menunggu laporan. Sejak di DPRD Provinsi, hingga DPR RI, Mukhtar sering melakukan investigasi sendiri atas persoalan yang dihadapi masyarakat, sehingga membuat mitra kerjanya, tidak berani menyampaikan data fiktif.

Ketujuh, secara geopolitik, Mukhtar adalah satu-satunya calon dari Selatan, yang bisa berpasangan dengan siapapun calon dari Kawasan Utara. Profilnya yang mudah bersahabat dengan siapapun, membuatnya tidak memiliki resistensi.

Kedelapan, Mukhtar dianggap memahami persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi Sulawesi Selatan. Pengalamannya sebagai legislator DPRD Provinsi yang cukup vokal, menunjukkan bahwa ia sangat memahami banyak persoalan yang dihadapi dalam pembangunan Sulsel. Tak terhitung kritik tajamnya kepada Gubernur Sulsel, terbukti benar. Misalnya penolakannya terhadap program Mobil Moko, yang dipaksakan Gubernur Sulsel kala itu, akhirnya terbukti dengan mangkraknya program tersebut.

Kesembilan, Mukhtar dapat bergaul dengan semua kalangan. Di kalangan masyarakat kecil, ia menyatu. Di kalangan elit pun ia tak canggung.

Kesepuluh, Mukhtar memiliki jaringan nasional dan internasional. Pernah menjabat sebagai staf khusus Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, dan kini sebagai Anggota Komisi VII DPR RI, membuat radius pergaulannya cukup luas, baik dalam maupun luar negeri.

Berangkat dari 10 alasan itulah, Sahabat MT terbentuk. “Saat ini kami dalam tahap konsolidasi pembentukan infrastruktur relawan ke semua Kabupaten dan Kota se Sulsel,” tutup mantan aktivis HIPMA Gowa ini. (uc2)

Komentar Pembaca