Satukan Langkah Menuju Kepemimpinan IMM Yang Bersinergi

0
229

Satukan Langkah Menuju Kepemimpinan IMM Yang Bersinergi

Oleh :  Abdul Gafur*

“Sinergi : Meciptakan Prasangka Yang Baik, Melahirkan Kepercayaan, Hadirnya Sikap Saling Menghormati, Meningkatkan Produktivitas, Tumbuhnya Kreatifitas, Membentuk Jiwa Yang Inovatif, Dalam Rangka Menemukan dan Melaksanakan Solusi Terbaik”

Realitas sosial peradaban manusia yang berkembang begitu pesat yang merasuki segala dimensi kehidupan yang pada akhirnya menjadi tantangan besar bagi eksistensi sebuah bangsa bahkan menjadi sebuah ancaman apabila kondisi tersebut tidak mampu dikelola dengan baik begitupula dengan keberadaan organisasi kemahasiwaan yang ada didalamnya, akan tetapi apabila organisasi kemahasiswaan memiliki visi yang jelas dan kemampuan pengelolaan yang baik akan realitas sosial yang sedang terjadi maka kondisi tersebut dapat menjadi peluang  yang dapat terus menggenjot jalannya roda organisasi menuju cita-cita ideal yang diinginkan.

Dengan terus berkembangnya segala dimensi kehidupan manusia dimana teknologi dan sains merupakan penopang utama lahirnya peradaban – peradaban yang menakjubkan, pemanfaatan teknologi dan ilmu pengetahuan menjadi mutlak adanya bagi keberadaan sebuah bangsa untuk terus dapat bertahan ditengah arus globalisasi yang semakin menipiskan dimensi – dimensi teritorial kebangsaan, suku, agama dan membawa pada satu tatanan dunia yang seakan tak memiliki batas.

Ilmu pengetahuan juga terus berkembang dan melaju dengan pesat tak terkecuali ilmu – ilmu yang berada dalam rumpun ilmu sosial, sekalipun dekade terakhir menguat issue yang mengatakan ilmu – ilmu yang berada dalam rumpun ilmu sosial humaniora akan semakin dipinggirkan mengingat tuntutan zaman yang berada pada era post-modernis ini dunia membutuhkan manusia-manusia dengan segudang skill teknis dengan mengesampingkan keberadaan manusia sebagai makhul sosial yang pada akhirnya membawa peradaban manusia menuju dekadensi moral yang sangat mengerikan.

Terlepas dari persoalan tersebut perdiskusian terkait dengan teori – teori kepemimpinan yang merupakan bagian dari rumpun ilmu sosial terus berkembang dan melahirkan paradigma-paradigma baru untuk menjawab realitas zaman yang semakin kompleks ini, dari berbagai fenomena – fenomena yang terjadi dimana lahirnya pemimpin dunia, pemimpin bangsa bahkan kelahiran pemimpin untuk level komunitas terkecilpun terkadang lahir dari proses kamuflase media akan citra yang dihadirkannya terhadap sosok tokoh-tokoh pemimpin yang kemudian muncul lewat proses yang kemudian sering disebut sebagai pemimpin hasil pencitraan media, meskipun hadirnya pemimpin lewat proses pencitraan media tidak selamanya buruk tetapi lebih kepada peranan media memiliki pengaruh yang begitu besar dalam menggiring wacana publik bahkan dalam hal menentukan dan mengubah paradigma publik untuk memilih seorang pemimpin, hal inilah yang sering menjadi bahan perdiskusian terkait paradigma baru teori – teori kepemimpinan.

Selain hal tersebut diatas perdiskusian terkait lahirnya paradigma maupun metode baru dalam proses kepemimpinan adalah belakangan dimana sering muncul dalam berbagai tulisan dan seminar – seminar adalah proses menciptakan kepemimpinan yang bersinergi, meskipun sinergitas bukan kata baru dalam dunia organisasi dan korporasi – korporasi yang memang sering menekankan pada seluruh anggotanya lewat berbagai kegiatan motivasi – motivasi agar menciptakan sinergitas dalam menjalankamn team work yang ada.

Seiring berjalannya waktu gaya kepemimpinan klasik yang lebih cenderung otoriter dalam proses pembuatan kebijakan dan tidak begitu melibatakan dan mendengarkan aspirasi secara keseluruhan dari anggota organisasi, maka sinergitas mulai muncul dan dikaitkan secara langsung dengan gaya kepemimpinan. Sinergi yang berasal dari bahasa Yunani sebagai Synergos yang dalam beberapa tulisan dipahami sebagai bekerja bersama-sama, sinergi adalah suatu bentuk ataupun citra dari sebuah proses atau interaksi yang menghasilkan keseimbangan yang harmonis sehingga bisa menghasilkan sesuatu yang optimum. (Dedy Rustiono)
Lebih jauh Synergi adalah bentuk kerjasama win-win yang dihasilkan melalui kolaborasi masing-masing pihak tanpa adanya perasaan kalah, jika 1 + 1 = 3 makam itulah yang disebut Synergi, sinergi adalah sling mengisi dan melengkapi perbedaan untuk mencapai hasil lebih besar daripada jumlah bagian per bagian (Stephen Covey).

Olehnya itulah konsep kepemimpinan yang menggunakan pendekatan sinergitas sangat efektif dalam mebangun suatu organisasi yang produktif karena menerima semua idea yang ada untuk kemudian melahirkan solusi terbaik.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang berada dibawah naungan persyarikatan Muhammadiyah sesungguhnya jauh hari sebenarnya sudah menggunakan konsep kepemimpinan yang sinergis yang dimana lebih dikenal sebagai kepemipinan kolektif kolegial, konsep kepemimpinan kolektif kolegial merupakan karakter yang sudah menjadi ciri khas kepemimpinan dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah meskipun hal tersebut hanya berlaku dalam internal kepemimpinan saja, berbeda denga gaya kepemimpinan yang sinergis dimana melibatkan semua unsur baik internal maupun eksternal dalam mebangun hubungan kerjasama sebagai bentuk kerja-kerja nyata untuk mencapai tujuan organisasi yang kita impikan.

Sebagai sebuah organisasi kemahasiswaan maka sangatlah penting kiranya menerapkan sinergitas yang sesungguhnya dalam proses kepemimpinan di IMM, sebagai organisasi gerakan ketika hal tersebut tidak diciptakan maka dapat dipastikan gerkan yang dibangun tidak akan maksimal.

Mewujudkan kepemimpinan yang bersinergi harus dibangun dan terbina dari kebiasaan, mewujudkan sinergitas kepemimpinan bukan berarti berkompromi ditengah melainkan mencari alternatif ketiga dan mencapai puncak kejayaan kepemimpinan dalam ikatan, sinergi bukan menghilangkan perbedaan kemudian menciptakan persamaan akan tetapi melahirkan kerja – kerja kreatif dan produktif melalui saling menghormati perbedaan yang ada, menciptakan kekuatan dan mengkompensasikan kekuatan demi terwujudnya solidaritas yang atraktif di kepemimpinan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.

*Sekretaris Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat IMM Kota Makassar

Komentar Pembaca