SELAYAR “SURGA DINEGERI KHATULISTIWA”

0
122

SELAYAR “SURGA DINEGERI KHATULISTIWA”

OLEH: SUHARLIM TO HA’LE*

Dalam perkembangan sains dan tehnologi serasa tidak adalagi batas teritorial yang mendikotomikan satu wilayah negara dengan wilayah negara lainnya. Zona ekslusive dan batas teritorial hanya menjadi dinding pembatas secara hukum oleh negara. Namun pada faktanya semuanya melebur menjadi satu kesatuan yang terintegrasi dalam tata pergaulan yang disentuh oleh tehnologi. Hal ini dapat kita lihat dan simak, sejenak kita duduk minum kopi seketika juga kita mampu membaca peta dunia. Kita tak akan pernah mengenal keindahan bukit-bukit di New Zeland, kita tak akan mungkin mampu melukiskan panorama kota Copenhagen di Belanda dengan tarnsportasi lautnya, kita tak mungkin bisa membayangkan betapa menakjubkannya kota Paris yang dikenal sebagai negara para bintang, semuanya itu dapat terbaca oleh ruang dan waktu oleh transformasi pengetahuan.

Mereka terkenal bukan hanya karena informasi tetapi secara faktual negara-negara tersebut diatas memiliki ruang Destinasi yang maha indah. Dan penulis kira, bahwa kita tak mesti cemburu sekaligus takjub dengan semua itu sebab kita memiliki lebih dari apa yang mereka miliki. Indonesia yang memiliki puluhan ribu pulau yang menyebar diseluruh nusantara, memiliki garis pantai terpanjang di dunia, dengan kawasan yang sangat estotik. Mulai keindahan panorama pantai, gunung, hutan, laut adalah anugerah Tuhan yang paling terindah bagi bangsa Indonesia.

Dan salah satu diantaranya adalah kepulauan Selayar yang terletak diluar laut yang dimiliki oleh Provinsi Sulawesi Selatan.  merupakan salah satu daerah yang sangat strategi dari 24 Kabupaten/kota di sulawesi selatan. Pertama karena daerahnya yang terpisah dari daratan sulawesi selatan. Kedua, karena daerah ini termasuk dalam jalur transportasi laut dari timur ke barat, mungkin karena Selayar merupakan daerah yang diapit ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia). Letaknya yang strategis inilah sehingga kedepan daerah ini akan menjadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) di kawasan Timur Indonesia sesuai dengan perencanaan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Pemprov Sulsel.  Letaknya yang strategis ini pula yang kemudian menjadi nilai plus tersendiri bagi Selayar yang biasa di kenal dengan sebutan Tanadoang. Tak heran jika daerah ini kedepan akan menjadi surga di negeri khatulistiwa yang senantiasa di rindukan oleh wisatawan seluruh dunia.
Pertanyaannya kemudian Apa yang menarik di selayar sehingga orang lain mau berkunjung kesan, apakah hanya karena daerahnya yang strategis atau ada hal lain yang menarik orang luar untuk berkunjung ke Selayar. Pertanyaan ini akan terjawab jika kita menyebutkan bahwa di selayar terdapat satu Objek wisata yang bukan hanya milik Selayar itu sendiri bahkan sudah milik dunia sebutlah yaitu taman Nasional TAKABONERATE.
Taman Nasional Takabonerate merupakan objek wisata yang sudah banyak di kunjungi oleh wisatawan baik nasional maupun mancanegara. Walau jarak tempuh menuju daerah tersebut membutuhkan waktu berjam-jam sehingga butuh keseriusan untuk sampai kesana tapi itu tidak menjadi penghambat bagi mereka wisatawan untuk melangkahkan kakinya berkunjung ke Taman Nasional Takabonerate, kabupaten kepulauan selayar. tapi ketika sampai di kawasan Takabonerate kita akan khawatir karena jangan sampai kita enggan untuk kembali karena betapa kita menikmati indahnya daerah tersebut.
Mungkin masih banyak yang belum mengenal seperti apa itu taman nasional takabonerate jadi sedikit saya menguraikannya bahwaTaman Nasional Taka Bonerate merupakan taman laut yang mempunyai kawasan atol terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan maladewa. Luas total dari atol ini 220.000 hektare dengan sebaran terumbu karangnya yang mencapai 500 km². Atol itu adalah merupakan terumbu karang yang tumbuh melingkar menyerupai cincin, sehingga dibagian tengahnya terdapat danau yang disebut ‘laguna’ dan menjadi tempat hidup berbagai biota laut. Kawasan ini terletak di KecamatanTakabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Sejak Tahun 2005 Taman Nasional Taka Bonerate telah di calonkan ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia.
Selain dari itu yang membuat daerah wisata ini menarik karena keberadaan pulau – pulau kecil di sekitarnya. Kalau tidak salah Ada sebanyak lima belas buah pulau di sekitar Taman Nasional Taka Bonerateyang sangat bagus untuk kegiatan menyelam, snorkeling, dan wisata bahari lainnya. Topografi kawasannya sangat unik dan menarik, di mana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Di antara pulau-pulau gosong karang, terdapat pula selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.
Takabonerate menuju Cagar Biosfer Dunia
Belum lama ini masyarakat selayar bahkan masyrakat Indonesia di kagetkan dengan kabar gembira. Kabar gembira yang datang dari sidang International Coordinating Council (ICC) Man and the Biosphere (MAB) United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) ke-27 di kantor Pusat UNESCO, Paris, Prancis pada tanggal 8-13 Juni 2015. Sidang itu menetapkan salah satunya Takabonerate-Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan, sebagai Cagar Biosfer dunia. Ini merupakan salah satu kebanggaan bagi kita semua masyarakat selayar dan indonesia pada umumnya karena di Indonesia hanya ada dua yaitu Bromo, Jawa Timur. Sidang yang dihadari sejumlah praktisi, pakar lingkungan, dan tokoh keanekaragaman hayati dunia itu sepakat mengukuhkan dua cagar biosfer baru di Indonesia sebagai warisan dunia yang harus dijaga dan dilestarikan sebagai cagar biosfer. Hal ini menandakan bahwa Wisata Takabonerate semakin mendunia, bukan lagi hanya di kenal di daerah sulawesi selatan saja atau Indonesian tapi bahkan di forum-forum dunia. Padahal jika kita merefleksi sedikit ke belakang tidak banyak orang mengenal selayar bahkan yang sangat miris ketika orang bertanya dimana itu selayar dan seperti apakah itu selayar. Tapi alhasil hari ini selayar sudah tidak asing lagi di telinga kita semua dan kita harus bangga menjadi orang selayar.
Walaupun kita akui bahwa objek wisata Takabonerate, kepulauan selayar belum bisa setenar bunaken, wakatobi ataupun Raja ampat tapi kita selalu yakin bahwa ini hanyalah persoalan waktu dan manajemen pengelolaan serta sentuhan tangan – tangan ajaib untuk menjadikan selayar kedepan jauh lebih berkembang dari daerah lain khususnya sektor pariwisatanya. Kita harus yakin bahwa kedepan daerah ini akan menjadi primadona wisata dunia yang sangat di minati oleh banyak orang. Apalagi setiap tahunnya selalu ada kegiatan – kegiatan yang akan menarik orang luar berkunjung kesana seperti Takabonerate Island Ekspedition, Sail Takabonerate dan kegiatan lainnya.
Perlu kita ketahui juga bahwa Selain dari Taman Nasional Takabonerate masih banyak obyek – obyek wisata lain yang keindahannya masih natural yang tidak kalah indahnya juga dengan daerah – daerah wisata lainnya. Seperti Pantai Ballowiyah, Leang kereta, kampung Penyu, perkampungan Tua Bisorang dan lain – lain yang tidak sempat saya sebutkan satu persatu.Kesemuanya selalu menjadi pilihan bagi orang – orang yang mau menghabiskn waktu liburnya di kabupaten kepulauan selayar.
Kita semua tentunya berharap bahwa ke depan Selayar benar – benar akan menjadi Surga di Negeri Khatulistiwa yang senantiasa di rindukan oleh para wisatawan baik nasional maupun Internasional. Apalagidengan terobosan – terobosan kepemimpinan baru di kabupaten kepulauan selayaryang memang satudari sekian banyak misinya adalah bagaimana memajukan Selayar pada Sektor Pariwisataa. Hal itu akan sangat menentukan selayar menjadi daerah wisata dunia.
Kalau misalnya pernyataan Ridwan Kamil (Walikota Bogor), saat menikmati wisata pantai di Negeri Laskar Pelangi (Belitung), ia katakan bahwa Pantai Tanjung tinggi, Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Lengkuas, Puau Burung, Bukit Perahu, pemandian Alami, dengan sepanjang pantainya yang putih bersih dengan batu-batu meteor yang besar, sepertinya keindahan ini di ciptakan saat Tuhan lagi tersenyum. Pernyataan itusesungguhnya adalah bentuk apresiasi terhadap destinasi yang di miliki oleh kepulauan Belitung.
Maka dari itu, Selayar pun sebagai kota kepulauan yang memiliki panorama yang indah. maka boleh jadi Tuhan lagi bahagia sehingga menciptakan kekuatan dan keindahan yang ada di tanah Selayar. Sekalipun kita begitu kagum akan tetapi ini perlu sikap dan apresiasi yang tinggi dari semua elemen masyarakat untuk menkampanyekan Selayar sebagai surga di negeri khatulistiwa. Dan penulis kira, ini adalah tugas pemerintah daerah di dalam melakukan upaya transformasi informasi terhadap pariwisata di Selayar. Ini harus mampu di dorong dalam bentuk kebijakan yang populis, sebab kalau pariwisata maju maka itu akan membuka income pendapatan masyarakat, sekaligus infra struktur perhotelan agar dibangun guna memenuhi keinginan publik sekaligus pemantik bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung di butta benteng selayar. Dan dengan demikian kalau Selayar mampu menyedot wisatawan maka tidak tertutup kemungkinan akan ada kota laut yang menawarkan sejuta surga yakni kota kepulauan Selayar.   *** Insya Allah***
“ Kita bukanlah pemilik keindahan, tetapi kita wajib memelihara keindahan, sebab Tuhan sangat mencintai keindahan, dan Selayar adalah bagian dari itu “

*Presiden Gempita Selayar

Komentar Pembaca