Selembar Surat Untuk IAS

0
64

Inspiratifnews.com-Makassar, Pasca vonis 4 tahun Ilham Arief Siradjuddin (IAS) mantan walikota makassar, para keluarga, sahabat, maupun teman. turut merasakan hal yang dialami IAS, tidak heran jika ungkapan itu diunggah melalui akun fbnya masing – masing, ibaratnya bila mulut tak mampu berucap cobalah mengukirnya dengan pena,  bahkan baharuddin hafid teman sejati IAS menuliskan surat sebagai berikut : 

1929915_10205948386053358_5231676645356897455_n

Pengadilan adalah lembaga tempat warga mencari keadilan atas perkara yg didakwakan padanya. Keputusannya selalu mengundang perasaan berbeda bagi yg menang dan yang kalah.

Perasaan itu akan tampak bagai kristal yang berwarna warni, kalau perkara yang disidangkan ada nuansa politik di dalamnya. Warna warni kristal itu boleh disebut indah atau tidak. Terserah bagi siapa saja yang maklum akan nuansa politik tadi.

Tapi, bagi Pramoedya Anantatur, budayawan besar dan tahanan politik Orba, dengan hukuman seumur hidup pun akan dilihatnya kristal itu sebagai keindahan hidup yang memesona. Mandela juga demikian. Masa usia tuanya nyaris dia habiskan di dalam penjara.

Dalam sisa usia keduanya, ketika keluar dari penjara, Pramoedya dan Mandela diizinkan Allah memesona dunia dan, bahkan mereka yang pernah membuatnya hidup di penjara. Dari segi usia, IAS jauh dan jauh di bawah Pram dan Mandela. Dunianya masih panjang dan luas.

Hukuman yang akan dilaluinya tidak selama Pram dan Mandela. Tapi sama dengan Pram dan Mandela, setelah melewati hari demi hari, bulan demi bulan, dan sedikit tahun lagi, IAS akan memesona kembali dunia, dan mereka yang tak menyenanginya juga masih melihat pesona IAS.

Yang pasti, melihat Makassar hari ini adalah mengingat IAS. Ya, dari Barombong ke bandara, dari Pa’baeng-baeng ke pelabuhan, apalagi Losari.. itu IAS!

Komentar Pembaca