Senin, Pedagang Pasar Atapangge Melapor ke Polda Sulsel Terkait Dugaan Pungli

0
169

Inspiratifnews.com – Makassar, Terkait kasus dugaan pungutan liar (Pungutan Liar) pengelolaan lapak Pasar Atapange, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo yang dilakukan oleh oknum pengelola pasar mengeluhkan kinerja kepolisian resort (Polres) kabupaten Wajo dan Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) sampai saat ini laporannya tidak digubris, pasca dikonfirmasi Polda Sulsel siap menerima laporan pedagang Wajo tersebut.

Dijelaskan, Muhammad Yusran salah satu pedagang Pasar Atapange Wajo saat menggelar konferensi pers di Warkop Balla Taipa Jalan Urip Sumoharjo, Minggu (19/2/2017).

“Kita sudah pernah laporkan ke Polres namun jawabannya tidak ada ada unsur pelanggaran disana dan sudah sesuai dengan prosedur Perda. Makanya kita laporkan di Polda Sulsel tapi jawabannya juga seperti itu,” ujarnya.
.
Menurutnya, pihaknya sudah tiga kali mendatangi Polda untuk melaporkan hal tersebut pada bulan lalu namun tak digubris. “Bahkan, kita sudah tiga kali mendatangi Polda namun jawabnnya tetap sama,” tambahnya.

Ia pun juga mengungkapkan terkait dugaan pungutan liar yang terjadi di Pasar Atapange bermula pada renovasi pasar dengan menggunakan anggaran APBN TA 2015-2016 sebesar Rp 9,3 Milyar.

Namun saat pembangunan selesai, pihak pedagang yang sebelumnya menempati posisi tersebut digeser ke posisi yang dianggap tidak strategis dan dibuatkan los yang dianggap tak layak dengan membayar uang senilai Rp 3,5 Juta per pedagang.

“Kami dipungut biaya pembangunan swadaya Rp 3,5 Juta per pedagang. Diareal pasar Atapangge terdapat bangunan milik pemerintah, malah diperjual belikan, berkisar 30 Juta sampai Rp 50 Juta. Yang rukonya dijual Rp 200 Juta” ungkapnya.

Semestinya tidak ada pembayaran seperti itu, karena sebelumnya dibangun sudah ada perjanjian mengatakan tidak ada pungutan setelah menempati toko masing-masing.

Yusran mengatakan, dalam renovasi pembangunan pengelola membangun 600 hingga 800 petak los semipermanen. Pembangunan tersebut, tidak menggunakan anggaran APBN TA 2015 sebesar Rp 9,3 Miliyar, melainkan menggunakan dana swadaya yang dipungut dari para pedagang sebesar Rp 3,5 juta per petak.

Perjuangan pedagang pasar Atapange, Kab Wajo terbilang tidak sia – sia, sebab kasus laporan terkait dugaan praktek pungli oknum pengelola pasar yang sempat dilaporkan ke Polda Sulsel, Dirkrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan silahkan dilaporkan hari senin, 20/2/2017.

“Sebenarnya kami belum terima laporannya. Tapi jika memang ada silahkan laporkan kembali nanti hari Senin, 20/2/2017 lengkap dengan bukti-bukti, termasuk harga sebenarnya berapa dan uang yang harus dibayar berapa”, singkat Yudhiawan saat dikonfirmasi inspiratifnews.com. (*)

Komentar Pembaca