Simbol Guru Pendidik, IMM Parepare Dukung Ibu Dharma

0
33

Inspiratifnews.com-Parepare Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Parepare komitmen mengawal kasus yang menimpa Ibu Dharma yang dipidanakan oleh siswanya sndiri karena dipukul pada saat ia membandel disuruh melaksanakn shalat jama’ah zhuhur di sekolah yang merupakan keharusan bagi siswa muslim.

Ibu Darma selaku terdakwa yang telah dijerat hukum pasal 80 ayat 1 dan pasal 76C UU nomor 35 tahun 2014 dinilai oleh PC IMM Kota Parepare adalah keputusan gegabah. Gegabah bukan karena rentang waktu prosesnya yang sudah sejak tahun 2016. Tapi gegabah karena tidak mempertimbangkan pasal lain dan kemaslahatan yang bersangkutan. Belum lagi jika keputusan itu dianggap oleh ahli hukum sebagai keputusan yang cacat hukum.

“Jika perlakuan ibu Darma terhadap siswanya yang sangat wajar dan sudah semestinya. Lalu kemudian dimeja hijaukan oleh korban, maka di mana letak belas kasihan dan peghormatan siswa kepada gurunya. Jika ini dibiarkan dan pendidik seperti ibu Darma tidak lagi mejalankan tugas sebagai guru, maka akan mnjadi presiden buruk bagi dunia pendidikan dan bahkan hancur akibat segala sesuatu dengan mudah bisa diperkarakan dan tempat terakhirnya di dalam jeruji besi. Demoralisasi dunia pendidikan akibat perlakuan siswa seperti itu” ujar Syahrul Ramadhan yang merupakan Ketua Umum IMM Parepare, Senin (31/7/2017).

Syahrul menjelaskan bahwa Ibu Darma adalah simbol guru pendidik yang harus diberi apresiasi bukan malah dipidanakan. Syahrul beranggapan menyuruh shalat memang sudah menjadi tugas utama sebagai guru agama, pendidikan ibadah, moral, etika & akhlak harus ditanam kepada peserta didik.

“Bahkan Nabi memerintahkan memukul anak umur 10 tahun yang tidak mau shalat. Tentu pukulan yang dimaksud adalah mengarah ke pendidikan” imbuh Syahrul.

Terkait kasus ini IMM Parepare tegas bersikap mendukung ibu dharma agar bisa terbebas dari vonisnya dan akan terus mengawal kasus ini.

“PC IMM Kota Parepare menyatakan sikap siap mendukung ibu Darma terbebas dari vonisnya untuk mengajukan banding. Kita percayakan kepada ahlinya (bidang hukum) untuk menuntaskan kasus ini” tutupnya. (uc2)

loading...
BAGIKAN

Komentar Pembaca