SS Keluhkan, Ribuan Ekor Sapi Bertandang Ke TPA Tamangapa

0
103

Inspiratifnews.com – Makassar, Sepekan Jelang Idul Adha, tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Tamangapa Antang Makassar, Sulawesi Selatan. Masih jadi lokasi idola ribuan sapi untuk mencari makan.

Kepala UPTD TPA Tamangapa Antang, Sakka Saleh (SS) mengaku tidak kuasa menahan ribuan ekor sapi yang setiap hari mencari makan di tempat pembuangan akhir.

“Sapi-sapi ini masuk pukul 05.00 Wita, dan keluar dari TPA tanpa komando sekitar pukul 14.00 Wita. Jumlahnya ada ribuan sapi yang masuk dari segala penjuru mencari makan di TPA Tamangapa ini,” kata Sakka Saleh pada awak media, Senin (5/9/2016).

Padahal, kata Sakka, pengelolaan sampah di TPA Tamangapa. Tujuannya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Berikut kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya energi listrik yang digagas pemkot Makassar.

“Malah ada pernah sapi yang sudah jadi bangkai karena sudah sehari ditemukan dalam kondisi mati. Dagingnya dipotong-potong belum lama ini oleh pekerja sampah. Lalu dagingnya dibagi-bagikan, setelah dikomsumsi oleh mereka perutnya sakit,” jelas Sakka Saleh.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Makassar Naisyah Tun Azikin mengatakan, sapi yang suka makan sampah sangat berbahaya untuk dikonsumsi.

Pasalnya, kata dia, ketika sapi di sembelih dan dikonsumsi oleh manusia dapat menimbulkan bahaya kesehatan.

“Beberapa penyakit yang bakal muncul disebabkan oleh keracunan logam berat antara lain anemia, gangguan pada berbagai organ tubuh dan penurunan kecerdasan. Sebab anak-anak merupakan golongan yang beresiko tinggi keracunan logam berat,” ujar Naisyah Tun Azikin.

Oleh karena itu, lanjut Naisyah, perlu adanya pengawasan ketat dalam kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat.

“Hewan ternak harus dipelihara sesuai habitatnya. Salah satu cara beternak sapi yakni dengan mengandangkannya untuk menjaga kualitas produk daging sapi. Tujuannya agar sapi tidak makan sampah lagi. Selain itu juga demi kesehatan masyarakat sebagai konsumen yang berhak mendapat perlindungan kesehatan,” jelas dia.(*)

Komentar Pembaca