Sukar Membayangkan Demokrasi Tanpa Partai

0
96

Sukar Membayangkan Demokrasi Tanpa Partai

Oleh Yusril Ihza Mahendra
Mantan Menteri Hukum dan HAM RI
KETIKA akan memasuki Reformasi 1998 saya sudah membayangkan bahwa dengan berakhirnya keterlibatan TNI ke dalam politik, maka alternatifnya adalah kita harus memperkuat kelembagaan partai politik. Saya diminta Presiden BJ Habibie untuk menyusun Rancangan Undang Undang (RUU) Partai Politik (Parpol).
Tugas itu saya selesaikan dan dijadikan landasan berdirinya Parpol di era Reformasi. Partai memang tidak sempurna, banyak kekurangan dan kelemahannya. Tetapi kita tidak dapat membayangkan demokrasi akan berjalan tanpa partai. Dengan partai itulah kita dapat mengelompokkan segala aliran, kehendak dan aspirasi dalam masyarakat kita yang majemuk.
Partai juga menjadi sarana untuk mencari pemimpin dan melalui partai itulah ada kompetisi dan perjuangan politik yang sehat. Sulit membayangkan ada negara demokrasi tanpa partai. Mahkamah Konstitusi (MK) memang memberikan peluang munculnya calon perorangan dalam pemilihan untuk pengisian jabatan eksekutif di daerah. Untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Presiden tidak ada lain proses pencalonannya harus melalui partai politik.
Karena itu, kalau ada yang ingin memanfaatkan bolehnya muncul calon perorangan, sebagaimana diatur oleh Undang-undang, bisa saja, tanpa harus mendiskreditkan partai politik. Jaga dan optimalkan peranan partai dalam mengawal berjalanannya demokrasi di tanah air kita.(*)
BAGIKAN

Komentar Pembaca