SYL Resmikan Proyek 33,3 M di Kota Ajatappareng

0
126

Inspiratifnews.com-Parepare, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Syahrul Yasin Limpo meresmikan sejumlah proyek fisik APBD dan APBN tahun 2015 di Kota Parepare atau biasa disebut Kota Ajatappareng, nilainya mencapai puluhan miliar rupiah pada puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Parepare ke 56, Senin (29/2). Kawasan Hastom salah satu proyek yang diresmikan Gubernur Sulsel, Syharul Yasin Limpo pada puncak perayaan HUT ke 56 Kota Parepare.

Kepala Bagian Pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare, Haryanto menjelaskan, jumlah proyek yang akan diresmikan gubernur sesuai tentatif acara ada 10 paket. “Secara keseluruhan, nilai proyeknya sebesar Rp33,33 miliar lebih,” ujar Haryanto.

Disebutkannya, salah satu paket proyek yang akan diresmikan gubernur tersebut, adalah revitalisasi Pasar Senggol dengan nilai anggaran Rp15,700 milyar lebih. “Revitalisasi pasar ini merupakan bagian dari kelanjutan proyek penataan kawasan Senggol yang dicanangkan Wali Kota Parepare pada  tahun 2014 lalu,” terang Haryanto.

Tujuannya adalah untuk menghilangkan kesan kumuh di kasawan pasar tradisional tersebut. Menurut Haryanto, sejak disentuh proyek revitalisasi akhir tahun 2015 lalu, wajah Pasar Senggol mengalami perubahan besar. “Senggol kini tak lagi sama seperti dulu. Pasar  yang terkenal dengan pakaian bekas impor (Cakar) ini, kini siap menyambut masyarakat Sulawesi Selatan dan siapa saja yang berkunjung ke Parepare,” paparnya.

Selain Senggol, proyek pembangunan dua buah reservoir milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Parepare yang berkapasitas 1.500 liter kubik dengan nilai anggaran Rp5,3 miliar lebih juga akan diresmiskan, “Proyek ini dibangun sebagai bagian dari upaya Pemkot Parepare mengatasi permasalahan air bersih, khususnya pada musim kemarau. Kedua reservoir ini kini ditempatkan di daerah ketinggian di Kecamatan Soreang,” kata Haryanto.

Rencananya, tahun ini Pemkot Parepare kembali akan membangun reservoir di daerah Kecamatan Bacukiki untuk menampung air PDAM yang dihasilkan empat buah sumur bor dalam di kawasan tersebut. Begitu pula dengan proyek Dermaga Perikanan senilai Rp3,4 miliar lebih. “Proyek ini juga dibangun tahun 2015 dengan tujuan memudahkan mobilitas masyarakat nelayan Parepare dalam melaksanakan kegiatan melaut dan memasarkan hasil-hasil tangkapan mereka,” beber Haryanto.

Tahun 2015 Pemerintah Kota Parepare juga berhasil membangun Gedung ICU Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau dengan nilai anggaran sebesar Rp2,7 miliar lebih. “Tujuannya, untuk mengoptimalkan pemberian layanan medis kepada pasien, utamanya pasien yang membutuhkan fasilitas medis khusus yang mengalami komplikasi dan mengancam jiwa akibat kegagalan disfungsi salah satu organ tubuhnya,” katanya.

Pembangunan Parepare Beach City (PBC) tahap dua dengan nilai anggaran Rp1,3 miliar lebih. “Proyek ini merupakan bagian dari kebijakan penataan kawasan senggol oleh Pemkot Parepare, yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan ikon baru Kota Parepare,” jelas Haryanto.

Melalui proyek ini, tambahnya, para penjual makanan yang sebelumnya menggunakan tenda-tenda darurat, kini tidak perlu lagi repot memasang dan membongkar tenda usai berjualan pada malam hari. “Mereka juga dapat menikmati tempat tersebut secara gratis karena Pemkot Parepare telah membebaskan mereka dari biaya sewa lods,” kata Haryanto.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Parepare, Syamsuddin Taha menjelaskan, tahun 2015 Pemkot Parepare juga berhasil membangun SD Negeri 24 di Jalan Haji Agussalim dengan nilai anggaran Rp1,3 milyar. “Sekolah yang terpaksa ditinggalkan oleh murid dan guru-guru mereka, menyusul sengketa lahan di sekolah tersebut, kini telah dapat diselesaikan dengan baik oleh Pemkot Parepare,” kata dia.

Di samping itu, proyek jalan beton Kawasan Industri Parepare dan Sekitarnya (KIPAS) dengan nilai anggaran sebesar Rp1,3 miliar lebih juga akan diresmikan. “Keberadaan jalan ini dinilai penting guna menghidupkan KIPAS yang saat ini mulai dilirik sejumlah investor nasional dan internasional,” paparnya.

Jalan beton ini, lanjut Syamsuddin, rencananya akan menghubungkan kawasan Pelabuhan Parepare dengan kawasan industri. “Di saat bersamaan, pemerintah daerah juga tengah merancang pembangunan jalan yang menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, seperti pasar dan kawasan pergudangan,” katanya.

Proyek lain yang dibangun tahun 2015 lalu adalah pengadaan dan pemasangan lampu jalan dan lampu hias senilai Rp1,9 milyar lebih, yang telah membuat suasana Kota Parepare lebih cantik dan pantas menyandang status kota metropolitan.

Proyek ini meliputi pemasangan lampu jalan dan “lampu hias di Jalan Mattirotasi, lampu hias di Jalan Karaeng Burane, sepanjangjalan Jend.A.Yani, serta beberapa titik lain dalam Kota Parepare,” bebernya.

Terakhir, Proyek pembangunan Tugu Kelopak di persimpangan Jalan Ganggawa dan Jalan Ahmad Yani. bundaran ini dulunya dikenal Tugu Blueband (merk produk mentega), Monumen yang dibangun dengan anggaran Rp185 juta lebih ini, untuk mendukung rencana Pemkot Parepare menjadikan Parepare sebagai Kota Pramuka. (ish)

BAGIKAN

Komentar Pembaca