Teguran Medrial Alamsyah pada Saut Sitomorang

0
84

Inspiratifnews.com – Jakarta, Terkait sahutan Saut Situmorang (SS) pada 5 Mei lalu melalui TV One, rekan sealmamater SS di Universitas Padjajaran Bandung, Medrial Alamsyah (MA) telah memberi nasehat namun SS tidak mempedulikan MA untuk segera memohon maaf pada HMI, sehingga MA pun angkat bicara melalui sahutannya di akun Facebook inilah ringkasan komentar MA yang diterima redaksi inspiratifnews.com Selasa (10/5)   sebagai berikut :

Saya tadinya tidak mau komentar secara terbuka soal Saut Situmorang dg HMI. Sebab Saya dan Saut Situmorang disatukan oleh Keluarga Asrama Mahasiswa Putra Unpad, sementara HMI adalah tempat saya dikader.

Saya sudah mengklarifikasi secara pribadi pada Saut Situmorang soal pernyataannya dan Saya mengatakan bahwa bicara seperti itu di publik jelas tidak tepat dan wajar bila HMI marah. Tapi Saut Situmorang tampaknya menganggap enteng kemarahan itu. Karena itu dia tidak segera minta maaf, walaupun sudah banyak pihak menyarankan begitu.

Berbicara tidak terukur, apalagi diakui dibawah alam sadar pula, jelas sebuah kesalahan fatal bagi pejabat publik. Kesalahan itu makin istimewa mengingat KPK adalah Institusi hukum. Penegak hukum harus bicara terukur, berdasarkan fakta, dan haram untuk berspekulasi karena menyangkut nama baik seseorang atau institusi. Sangat berbahaya seorang pimpinan lembaga hukum suka bicara banyak dan di bawah alam sadar ke publik. Berbahaya bagi pihak yg terkena dan berbahaya terhadap institusi hukum itu sendiri. Aparatnya, apalagi pimpinan lembaga hukum seperti KPK, harus menjaga kredibelitasnya agar kredibilitas lembaga nya terjaga.

Kesalahan Saut Situmorang berlanjut ketika dia menunggu situasi keruh baru minta maaf. Ini menggambarkan dia tidak punya manner yg baik. Boleh dikatakan dia tidak jujur mengakui kesalahannya. Lagi2 wajar bila kita mempertanyakan kepantasan Saut Situmorang menjadi pimpinan lembaga seperti KPK.

Secara substansi, kalimat Saut Situmorang juga sesat pikir. Dia tidak membandingkan apel dg apel. Dia membandingkan hal kepintaran dg hal moral (kejahatan). Dia mpertanyakan kok bisa orang pintar jadi jahat seakan tidak pernah ada orang bodoh jadi jahat. Dalam logika sederhana itu saja Saut Situmorang sesat pikir bagaimana dg kasus2 pidana korupsi di KPK yg pasti jauh lebih rumit. Tak heran kita bila ada kasus dianggap tidak ada korupsi karena ga ada niat jahat. Dimana logika nya orang bisa tau niat orang lain?

Kesalahan Saut Situmorang bertambah ketika dia mencoba berlindung di balik KPK. Dia menggiring seakan HMI punya masalah dg KPK, bukan dg Saut Situmorang pribadi. Ini jelas sikap pengecut dan lagi2 membahayakan institusi KPK.

Dia bicara sesukanya di luar tanpa memperhatikan etika yg terkait dg lembaga nya, lalu ketika ada masalah dia minta lembaga tersebut melindungi nya.

KPK adalah institusi relatif baru yg butuh pimpinan yg mampu membangun institusi, bukan orang yg menggunakan institusi untuk dirinya, apalagi dijadikan tempat perlindung atas kesalahan dan kedunguannya.

Saran Saya Bang Saut, lebih terhormat anda mundur saja dari pada jadi beban KPK di masa datang. Mohon maaf Saya harus mengemukakan ini secara terbuka di ruang publik, karena ini sudah jadi masalah publik. Kita tetap bersaudara walaupun kita berbeda pandangan.(Ish)

Komentar Pembaca