Teknik Industri FTI UMI Tertua di KTI

0
135

Inspiratifnews.com – Makassar,       Keberadaan Fakultas Tehnik Industri (FTI) di Kawasan Timur Indonesia (KTI), merupakan yang pertama dan tertua. Alumni fakultas ini sudah menyebar bekerja di kantor pemerintah dan swasta di wilayah Timur Indonesia ini.Demikian ditegaskan Dekan  FTI UMI Makassar,  H. Zakir Sabara H. W., ST, MT,  ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/4).

 Dijelaskan, setiap saat memotivasi mahasiswa yang memilih kuliah di fakultas  dengan menekankan untuk harus percaya diri bahwa   FTI  bukan fakultas kelas dua  melainkan fakultas nomor satu, tandas kandidat doktor di PPs-Unibraw Malang ini.

Foto : Dekan FTI Zakir Sabara bersama
Foto : Dekan FTI Zakir Sabara bersama Penulis Nurwana Narsum. 

      Rasa percaya diri dan bangga selaku bagian dari civitas akademika FTI, secara dini harus ditumbuhkan. Walau pintar dan hebat tetapi akan sia-sia dan percuma, kalau tidak memiliki rasa percaya diri yang kuat, ungkap mantan aktifis mahasiswa di zamannya  ini.

      FTI  katanya,   paling tua dan sudah terakreditasi B, selain itu   prodi teknik kimia adalah satu-satunya S1 terakreditasi B dari BAN-PT demikian halnya dengan prodi teknik pertambangan juga demikian adanya, tegas magister tehnik industri PPs-Unair Surabaya ini.

     Para  mahasiswa yang ikut proses pembelajaran  di fakultas, kualitas ilmu dan keterampilan yang diperoleh  minimal setara dengan kampus-kampus berkualitas lainnya terutama di Jawa.

        Guna mewujudkan harapan itu setiap minggu para dosen dari ITB datang  membawakan mata kuliah tehnik industri  ini juga merupakan suatu lompatan supaya mahasiswa FTI lebih percaya diri  kuliah dikampus  yang hebat,  karena dosen dan ilmu yang diajarkan juga sama dari kampus lebih hebat yakni dari ITB, tegas dekan termuda di UMI Makassar ini.

       Kebijakan lain segera ditempuh guna memberi rasa percaya diri semakin tinggi bagi mahasiswa FTI, direncanakan   bulan Mei setiap minggu akan ada program succes story  dengan menghadirkan orang-orang yang telah sukses di karier dan profesinya  untuk menginspirasi.

         Mahasiswa juga katanya harus dibarengi soft skill, tidak cukup dengan ilmu di kelas dan di laboratorium, oleh karena itu disediakan tempat karaoke untuk mengekspresikan diri dengan berkaraoke, juga fasilitas olahraga seperti lapangan tenis meja, bulu tangkis, volly, basket untuk menyalurkan bakat mahasiswa.

 Mengejar ketertinggal mahasiswa,  jangan berlari, tapi melompat  untuk mengejar agar setara universitas yang lebih dulu maju,  saya itu tidak berjalan, tidak berlari tapi  harus lompat, untuk memburu ketertinggalan kualitas kampus ini sama atau melebihi kampus yang  lain, kata salah seorang tokoh pemekaran Kabupaten Bone Barat  ini.

      Lompatan dari sisi infrastruktur telah dilakukan, pihak FTI telah membangun infrastruktur parkir,  gazebo,   pelataran, student center, dan taman yang indah,  itu semata-mata disediakan  untuk kenyamanan mahasiswa.

Aktifis Peduli Anak

    Semasa di dunia kemahasiswaan UMI Makassar, Zakir  aktif di pers kampus, HMI, juga ikut pendampingan pemulung, anak terlantar.  Awalnya  peduli terhadap anak jalanan dan pengemis, setelah itu terakhir fokus di pemulung bersama teman-teman dari berbagai fakultas yang aktif di UPPM.

     Sejak mahasiswa sudah memiliki yayasan untuk mendampingi anak-anak pemulung sampai sekarang, Yayasan Pabbata UMI (Yaptau) yang dulu berkecimpun di UPPM.

        Zakir  lahir di Ujung Lamuru, Lappariaja, Bone Barat, 24 Mei 1975. Putra bungsu dari 10 bersaudara dari pasangan almarhum Aiptu (Purn) H. Wata Rahmat dan almarhumah Hj. Halijah Taliu. Menjalankan  amanah sebagai Dekan FTI UMI Makassar periode 2014-2018.

Citizen Report : Nurwana Nasrum

Mahasiswa Komunikasi UMI Makassar

Komentar Pembaca