The Sombere Man Of Makassar

0
44

“The Sombere Man of Makassar”

Oleh : Ahmad*

Inspiratifnews.com-Opini Sombere, dalam bahasa Makassar berarti ramah dan santun. Kata ini disematkan pada orang yang memiliki perangai ramah, gaul, terbuka, dan santun. Sombere adalah identitas yang melekat dalam budaya masyarakat Bugis Makassar.

Belakangan “sombere” kembali diperkenalkan sebagai salah satu ciri khas yang melekat dari Kota Makassar. Istilah lokal ini disandingkan dengan terma “Smart City”. Namun, jika kosakata tersebut sekadar dijadikan sebagai tagline pembangunan, saya yakin usianya takkan panjang. Kata “sombere” perlu dihidupkan dengan menghadirkannya dalam keteladanan perilaku para elit di kota ini.

Sejauh pengamatan dan interaksi saya, Somberena Mangkasara, dapat dilekatkan pada diri Wakil Wali Kota Makassar Syamsul Rizal MI, yang akrab dipanggil Deng Ical. Sosok yang bersahaja, penuh dengan keramahan, senyum yang menebar kedamaian, dekat dengan siapa saja karena jiwa sosialnya yang begitu tinggi. Saya menyebutnya “The Sombere Man”, sebutan atas karakter dan sifat yang dimiliki Wakil Wali Kota Makassar.

Deng Ical adalah inspirasi bagi semua kalangan dalam menapak perjalanan karir. Ia hadir dengan penuh semangat, memiliki kercerdasan emosional dan kecerdasan sosial. Dengan pondasi spritual yang kuat, aura kemimpinannya menjadi magnet bagi yang lain untuk banyak belajar dari sosok “The Sombere Man”.

Sikap empati dalam dirinya membuat masyarakat bersemangat, bahagia dan nyaman ketika berjumpa dengannya. Betapa tidak, sikap yang ditampilkan penuh dengan kehangatan dan rasa kekeluargaan. Karakter itu tidak dibuat-buat atau dipoles untuk sekadar mendapat simpati dan perhatian. Hal itu telah menjadi karakter yang melekat pada diri Deng Ical.

Di kalangan anak muda, Deng Ical menjadi inspirasi untuk belajar dan menyerap nilai kepemimpinan transformatif. Orangnya terbuka, responsif atas persoalan kaum muda serta “gaul” dalam menyikapi persoalan kepemudaan. Ia cukup memahami keinginan kaum muda, karena sering membuat ruang diskusi sebagai bentuk responsifitas terhadap ide dan gagasan kelompok muda.

Terlibat dalam acara kepemudaan dan kemahasiswaan, membuat Deng Ichal banyak digandurungi anak muda sebagai inspirator. Ia memang sosok organisatoris yang sudah banyak mengenyam pengalaman dalam organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan. Dirinya merasakan langsung dinamika berorganisasi, sejak terlibat sebagai aktivis mahasiswa di kampus.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar juga dikenal memiliki jiwa sosial atau kepedulian terhadap sesama. Jiwa kemanusiaannya membuatnya dipercayakan memimpin PMI, organisasi besar yang bergerak di sosial kemasyarakatan untuk kemanusiaan. Tak sedikit inovasi dan gerbarakannya dalam memimpin organisasi ini. Sosok yang dikenal aktif dan penuh semangat ini, senantiasa mengisi harinya dengan kegiatan yang penuh manfaat bagi orang banyak.

Selain keseharianya sebagai Wakil Wali Kota Makassar, statusnya sebagai seorang Dosen juga membuatnya aktif dalam seminar dan diskusi, baik sebagai pemateri maupun peserta.

Deng Ical lahir dari keluarga biasa-biasa saja, bahkan ia tidak pernah bermimpi menjadi Wakil Wali Kota. Terinspirasi dari Ayahnya, Drs Marzuki Ibrahim, yang sering memberikan ceramah agama, ia pun sempat bercita-cita menjadi seorang Ustas. Mimpi-mimpi lain yang pernah hinggap di benaknya, yaitu menjadi insinyur, wartawan, dan guru.

Sebagai seorang politisi, karier Deng Ical termasuk cukup pesat sebelum akhirnya terpilih menjadi seorang Wakil Wali Kota. Berbekal pengalaman organisasi dan kedekatannya dengan masyarakat, ia pernah terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar periode 2004-2009.

Awal perjalanan karirnya sebagai politisi membuatnya banyak belajar seputar dinamika politik. Kini ia telah menduduki jabatan Wakil Wali Kota Makassar, serta Sekertaris Partai Demokrat Sulsel. Amanah tersebut, telah membuat dirinya makin sibuk dengan berbagai urusan pemerintahan serta tugas kepartaian.

Karakter yang dimiliki Deng Ical, membuat kita berharap agar semakin banyak pemimpin yang hadir dengan karakter Sombere. Pemimpin yang mampu menyelami persoalan masyarakat dan memenuhi harapan masyarakat dengan gaya kepeimpinan yang sesuai dengan kultur masyarakat Bugis Makassar. Hal ini penting, sebab yang ingin kita bangun bukan sekadar bangunan fisik, namun yang terpenting adalah membangun jiwa warganya.
Makassar, 07 April 2017

*Walikota LIRA Makassar

Komentar Pembaca