Tinjau UNBK, Hamzah Hamid Usulkan Pengadaan Komputer

0
116

Inspiratifnews.com – Makassar, Melihat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2016 dengan sistem Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), dimana masih banyak sekolah yang terpaksa harus meminjam komputer ke orang tua siswa. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menilai pengadaan komputer di sekolah sudah sangat mendesak untuk diperadakan.

Sekretaris Komisi D Bidang Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) DPRD Makassar, Hamzah Hamid meminta agar pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan, untuk tahun anggaran 2017 mendatang mengusulkan penganggaran pengadaan komputer.

Kita lihat nanti apakah Pemkot mengusulkan atau tidak, kalaupun nanti pemkot tidak mengusulkan. Kami di DPRD akan merekomendasikan agar dimasukkan dalam anggaran, kata Hamzah di kantor DPRD Makassar saat dikonfirmasi inspiratifnews.com, Senin(4/4).

Menurutnya, UN dengan sistem UNBK akan semakin banyak diterapkan oleh sekolah-sekolah, dan perlahan sistem UN manual akan ditingalkan. Olehnya itu pemerintah harus mulai melengkapi jumlah unit komputer yang ada di sekolah.

“Pengadaan komputer di sekolah bisa dilakukan secara bertahap, misalnya tahun ini pemkot anggarkan 10 unit dulu, kemudian tahun berikutnya 20 unit. Tergantung bagaimana kemampuan keuangan daerah”, kata legislator PAN itu.

Pasalnya ia juga menyadari bahwa untuk pengadakan komputer seluruh sekolah yang menjadi peserta pelaksana UNBK, tidak bisa dianggarkan langsung secara menyeluruh, sebab akan memakan anggaran yang cukup besar.” Tetap harus disesuaikan anggaran yang ada, katanya.

Sementara, Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan, Haslinda mengkritik terkait dengan peninjauan anggota Komisi D yang berkunjung ditengah pelaksanaan UN. Menurutnya kunjungan tersebut tidaklah efektif, sebab hanya akan mengganggu konsentrasi siswa yang tengah mengerjakan soal ujian.

“Harusnya kunjungan itu dilakukan sebelum UN, memastikan persiapan setiap sekolah apakah memenuhi seluruh keperluan siswa saat UN nanti.”terang legislator PKS itu. Tidak hanya itu, ia juga menyoroti pengasan UN yang harus melibatkan aparat kepolisian di sekolah-sekolah.

“Secara psikologi, siswa bukannya tenang mengerjakan soal akan menjadi tertekan. Karena adanya aparat kepolisan sampai tiga personel setiap sekolah. Murid-murid inikan bukannya pencuri atau tah harus dijaga ketat, katanya.(ish)

Komentar Pembaca