Tokoh Masyarakat Inginkan Parepare Berkemajuan

0
89

Inspiratifnews.com – Makassar, Ikatan Keluarga Masyarakat  Parepare (IKM), Sabtu (24/9/2016) menggelar Fokus Grup Discussion (FGD) Seri 1. Dr A Rizal Mallarangeng, MA hadir sebagai pembicara FGD di Hotel Grand Clarion Makassar.

Rizal tercatat sebagai pendiri Freedom Institute dan sekaligus menjadi direktur eksekutifnya. Hadirnya Rizal di acara ini karena dia juga merupakan salah satu putra Parepare. Rizal menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 nya di bidang ilmu politik di Ohio State University, Amerika Serikat.

Juga hadir Staff Ahli Walikota Makassar Ramzah Thabraman, Penggiat Anti Korupsi Ema Husain, Pengusaha Taqiuddin Djabbar, dan Pengamat Politik Unismuh Makassar Arqam Azikin, sementara moderator Syamsu Alam Mallarangeng yang juga paman Rizal serta Pengurus KNPI Parepare.

Dalam kesempatan ini, panitia pelaksana mengangkat tema FGD berjudul ‘Menatap Parepare di Abad Milenium (Parepare Dahulu Sekarang dan Akan Datang)’.

Dari hasil diskusi, Perekonomi di parepare nampaknya tidak mengalami kemajuan, daerah – daerah tetangga seperti barru, pinrang, soppeng, enrekang, sidrap dan wajo mengalami kemajuan. maraknya bongkar muat di pelabuhan garongkong barru dan tingginya animo pengusaha wajo dan daerah lainnya untuk mengajukan permohonan kredit dikota ini adalah indikasi kemunduran kota ajattapareng ini, tutur syamsu alam disela – sela diskusi.

Dari data statistik, daya serap kredit perbankan masyarakat diwilayah ajatappareng mencapai 60%, sementara warga parepare hanya 40% padahal sejumlah perbankan baik negeri maupun swasta telah membuka cabang dikota niaga ketimbang daerah tetangga.

Untuk mengatasi kesulitan ekonomi, Rizal Mallarangeng mengatakan, perlu ada mediasi pemerintah kota dengan tokoh bangsa yang sangat dikagumi negara eropa yakni BJ Habibie. Menurutnya, saat ini kota parepare tidak hanya butuh simbol seperti pintu gerbang yang bertuliskan “selamat datang di kota BJ Habibie” melainkan perlu langkah konstruktif dalam memajukan perekonomian kota ajatappareng, papar Rizal.

Dengan cara ini, Kata Rizal, kota ajatappareng akan makin maju bahkan setingkat dengan kota makassar. BJ Habibie sangat senang bila diajak berbincang – bincang mengenai kemajuan kota kelahirannya, jika perlu pemkot parepare perlu membuat schedule untuk sowan ke kekediamannya di Jakarta, jelas Rizal yang dikenal sangat dekat BJ Habibie.

Namun menilai kinerja pemerintah kota parepare, Emma Husain menyayangkan opini yang berkembang dimasyarakat walikota maupun wakil walikota dengan istilah baku “Bombe”, menurutnya, ini sangat mengganggu kinerja dan kebijakan pemerintah dan diduga masyarakat akan kelimpungan terhadap kebijakan yang sering dualisme.

Lain halnya, Arqam Azikin, pengamat politik ini justru menilai adanya gesekan – gesekan psikologis akan berdampak pada penilaian dan citra kedua tokoh ini pada warganya. sangat rawan konflik horizontal bila dikaitkan dengan urusan politik, apalagi jika keduanya telah pecah kongsi secara terbuka. Untuk itu, kata arqam, kedua tokoh ini perlu dimediasi oleh IKM Pare ataukah wadah kepemudaan seperti KNPI sebelum konflik terjadi, tutup arqam. (*)

Komentar Pembaca