Video : Bank Indonesia Monitor Mahalnya Harga Cabai di Makassar

0
138

 

Inspiratifnews.com – Makassar, Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di makassar mengalami kenaikan secara signifikan di awal tahun 2017 ini. Seperti pantauan Inspiratifnews.com di Pasar Terong, Rabu (4/1/2017), harga cabai mencapai Rp 100 Ribu/kg.

Kenaikan harga ini mencapai tiga kali lipat dari harga normal yang biasanya pada kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 45 ribu per kilogram. Sementara selama tahun 2016 lalu, pihak Bank Indonesia (BI) Wilayah Sulawesi Selatan mencatat pada bulan Desember 2016 Sulsel mengalami inflasi sebesar 0,30 persen.

Inflasi ini dikarenakan beberapa faktor di antaranya harga cabai transportasi dan rokok. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Perwakilan BI Wilayah Sulsel, Wiwiek Sisto Widayat dalam keterangan pers. Wiwiek menjelaskan bahwa inflasi tersebut dipicu dari kelompok transportasi, komunikasi dan rokok.

“Adapun menyumbang inflasi tertinggi adalah tarif pulsa, rokok dan angkutan udara”, Meski demikian, kata Wiwiek inflasi bahan makanan juga menyumbang inflasi cukup tinggi, dengan komoditas utama, yakni telur ayam ras, daging ayam ras, bawang merah, ikan cakalang, ikan bandeng, kubis dan beras, sebut Wiwiek di Kantor BI Sulsel, Rabu, 4 Januari 2016.

“Kami memperkirakan di akhir Bulan Januari, inflasi di Sulsel sedikit meningkat dibanding bulan Desember 2016, yakni inflasi diperkirakan sebesar 0,5 hingga 0,9 persen, oleh karena itu Bank Indonesia akan memantau harga pasar terkait kenaikan harga cabai yang terbagi per – region seperti parepare, palopo dan makassar”, ungkapnya.

Perkiraan inflasi tersebut, didorong oleh beberapa hal yaitu pada Januari diperkirakan masih musim tanam sehingga pasokan minim dan mendorong adanya kenaikan harga kelompok Volatile Food.

“Kenaikan upah minimum (UMP) juga akan memicu inflasi di Bulan Januari,” pungkasnya. Dia berharap inflasi ini tidak akan berpengaruh banyak pada sektor ekonomi masyarakat terutama bagi para petani dan nelayan. (*)

Komentar Pembaca