Video : Siswa SD Waingapu Tanpa Alas Kaki

0
320

 

Inspiratifnews.com – Makassar, WAINGAPU BERSEPATU adalah gerakan sosial sebagai bentuk keprihatinan sosial pada anak usia sekolah di Waingapu, Sumba Timur. Senyum keceriaan nampak dari mereka ketika tim kitabisa.com mengunjungi kampung mereka dan menceritakan kisahnya pada tim kitabisa.com.

Bulan Oktober 2016 adalah waktu dimana kami berkesempatan berkunjung ke Sumba Timur. Kami Team AWU (Aware of Waingapu) terdiri dari 20 orang pemuda (Yuwi, Made Basudewa, Nugrahening Ari, Ari Ashari, Yohanes Derry, Eliza Techa, Gema Gempita, Thio A. Prasetya, Resi Fauziyah, Yusuf Cahya, Gayuh Jatu, Jibril Dewantara, Ragil Satriyo, Susmita, Narayana, Muh Rafly, Satya Widyana, Raditya Sanjaya, Yuris Rezha, Brian Sahar) yang berasal dari beberapa provinsi di Indonesia mendapatkan tugas dari Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya Republik Indonesia untuk berekspedisi menggunakan Kapal Awu menuju Sumba Timur.

Melalui Siaran Persnya Tim AWU (Aware of Waingapu), Maryanti mengatakan mentari sudah menyongsong tinggi seperti semangat Dullah dan kawan-kawannya. Ke sekolah memanglah menjadi suatu kewajiban untuk mereka, lengkap dengan seragam dan atributnya, paparnya.

Menurutnya, rutinitas ini sama dengan daerah di Indonesia bagian manapun. Tetapi masalah alas kaki ini yang membedakan sekolah ini dengan sekolah yang lain. Bersepatu disini adalah bukan kebutuhan primer, melainkan suatu kebutuhan yang mewah bagi mereka, tuturnya.

Beginila kisah anak – anak SD Masehi Pau, Waingapu Sumba Timur yang punya keinginan besar melanjutkan pendidikan, sebagai berikut :

Sandal adalah sepatu di sekolah mereka

“Ayo ikut kita kaka e !”

“Kemana adik?”

“Ke Sekolah”

Kami pun mengikuti langkah kaki kecil mereka berlarian menuju SD Masehi Pau, Waingapu, Sumba Timur. Ya, langkah kaki kecil yang sebagian benar-benar tanpa alas dan sebagian lagi menggunakan sandal jepit.

Bagi kami semangat mereka pergi ke Sekolah sebenarnya tidak cukup dibayar dengan kado sepasang sepatu. Tetapi setidaknya sepasang sepatu yang akan kita berikan nantinya dapat melindungi kaki mereka dari kontur tanah berbatu Sumba, kotoran hewan ternak ditanah dan panasnya tanah Sumba.

Betapa mereka memandang sepatu yang kami pakai adalah barang mewah di hari itu, hari dimana kami juga bertekad untuk kirimkan sepatu sekolah kepada adik-adik kami di SD Masehi Pau yang punya semangat belajar sangat tinggi meski harus berjalan kaki cukup jauh untuk menuju sekolah. (*)

Komentar Pembaca