XL Future Leaders Luncurkan Social Innovation Project

0
132

Inspiratifnews.com – Makassar, Merayakan usia 20 tahun, PT. XL Axiata, Tbk. (XL) terus berkomitmen mendukung pemerintah untuk memajukan Indonesia melalui pembangunan sektor teknologi, telekomunikasi dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas. Di tahun ke-5 ini, XL secara konsisten terus mengembangkan program XL Future Leaders (XLFL) sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR) yang bergerak di bidang pengembangan softskills para mahasiswa/i.

Head of XL North Region – Handono Warihmengungkapkan, “XL Future Leaders merupakan langkah nyata XL dalam mengembangkan sumber daya yang dimiliki Indonesia. Beragam materi dan praktek dari para fasilitator handal sudah disiapkan bagi para peserta selama dua tahun masa workshop. Makassar sendiri menjadi salah satu kota yang menghasilkan puluhan mahasiswa berbakat dan beberapa di antaranya ada di tengah-tengah kita saat ini”.

Setiap angkatan yang telah menyelesaikan masa workshop selama dua tahun, diwajibkan untuk menyelesaikan tugas/project akhir yang diberi nama Social Innovation Project (SIP) yang bertujuan memberikan solusi atas isu atau permasalahan yang terjadi di daerahnya masing-masing, dimana tema yang diangkat tahun ini adalah “Solusi Digital untuk Menyelesaikan Permasalahan Sosial di Daerahmu.”

Sementara itu, Manager CSR XL Axiata – Achmad Pradipta menambahkan, “Tahun ini ada 35 Social Innovation Projects yang dilaksanakan di berbagai daerah di seluruh Indonesia, dimana tiga proyek diantaranya dilaksanakan di kota Makassar. Tiga program tersebut adalah Teman Panti, Level Up, danUndefeated.”

 

TEMAN PANTI

Pemuda Makassar yang tergabung dalam program XL Future Leaders membuat proyek yakni Teman Panti yang bertujuan untuk membantu panti asuhan dalam kegiatan operasionalnya. Salah satu bentuk dari program ini adalah website temanpanti.org yang bertujuan untuk memberikan informasi detail mengenai panti asuhan dan kebutuhan-kebutuhannya.

Dengan mengakses website ini para donatur bisa mambantu panti asuhan sesuai dengan apa  yang mereka butuhkan serta mendapatkan banyak gambaran mengenai berbagai panti asuhan di sekeliling mereka.

Adanya Teman Panti diharapkan bisa membantu panti asuhan dalam memenuhi kebutuhan sandang, papan dan pangan mereka.

 

LEVEL UP

Program ini merupakan pelatihan public speaking bagi para pemuda agar mampu melakukan komunikasi efektif dalam menggiring suatu isu.

Konsep yang diberikan Level Up adalah workshop yang dilanjutkan dengan assessment bagi para peserta. Diharapkan dengan mengikuti Level Up ini peserta bisa melakukan aksi-aksi berkesinambungan dalam menanggapi persoalan-persoalan yang dihadapi, tidak hanya menyampaian gagasan di jalanan yang kadang berujung ricuh. Misalnya mendirikan komunitas, melakukan audiensi ke pejabat terkait serta terjun langsung ke masyarakat.

Sebagai langkah awal, Level Up akan melakukan pilot project di satu sekolah dan diduplikasi disekolah-sekolah lain. Hasil dari workshop yang dilakukan di sekolah akan memantik pelajar untuk bisa membangun aksi-aksi yang bisa memberikan solusi bagi permasalah yang menjadi perhatian di lingkungan sekolah baik itu melalui audiensi langsung ke pihak yang berwenang ataupun membangun komunitas. Selain itu, siswa juga akan di dampingi dalam menjalankan aksi tersebut.

UNDEAFETED

Di kota Makassar, terdapat kurang lebih, 25.500 orang yang menderita tuna rungu sekaligus tuna wicara. Dari jumlah ini, hanya 1% yang mendapat pelayanan khusus baik dari keluarga, pemerintah, dan pihak terkait.

Berdasarkan data tersebut, pemuda Makassar yang tergabung dalam XL Future Leaders menginisiasi kampanye bernama UNDEAFEATED yang bertujuan untuk memberikan wawasan terkait penyandang tuna rungu dan bahasa isyarat kepada masyarakat. Kampanye ini di harapkan akan meningkatkan intensitas interaksi dan menghilangkan sekat antar penyandang tuna rungu dan masyarakat umum setelah mengetahui bahasa isyarat.

Kampanye tersebut akan dilakukan dalam beberapa media baik media sosial ataupun real event dengan mengundang masyarakat setempat atau pihak terkait mempelajari bahasa isyarat. (*)

Komentar Pembaca