Yayasan Amal Amerika Bagikan 1200 Alat Bantu Dengar

0
223

Inspiratifnews.com – Makassar, Starkey Hearing Foundation, Sebuah yayasan sosial Amerika Serikat membantu alat pendengar bagi warga makassar yang menderita tuna rungu (tidak mampu mendengar), dalam rangka Memperingati Hari Disabilitas Internasional tanggal 3 Desember 2106 di Aula PSBD Wirajaya jalan A.P.Pettarani, 22 November.

Starkey Hearing Foundation sedang memasang alat bantu dengar pada anak usia sekolah, 22 November.
Starkey Hearing Foundation sedang memasang alat bantu dengar pada anak usia sekolah, 22 November.

Starkey Hearing Foundation dan PT Abdi bekerjasama Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Republik Indonesia memberikan bantuan alat bantu dengar gratis bagi penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara yang tidak mampu sebanyak 1200 alat bantu dengar khusus makassar.

Dari pengamatan inspiratifnews.com, sejumlah penderita tuna rungu sebelum diberi bantuan alat, terlebih dahulu diperiksa bagian dalam telinganya guna memastikan layak atau tidak diberi bantuan.

Nampak seorang kakek berusia 70 tahun bernama Ce’ba dengan wajah berseri – seri dipasangi sepasang ala bantu dengar, dia sangat bahagia sudah bisa mendengar dengan baik.

Kakek Ce’ba dan 600 warga tuna rungu dibantu dengan sukarela dan tanpa dipungut biaya sepeserpun, Hal ini dibenarkan Branch Manager PT.ABDI Makassar, Kristina Andriani, Ia menjelaskan bahwa 600 warga ini terlebih dahulu diperiksa pendengarnya pada bulan agustus lalu, kemudian pada bulan November ini kami membagi – bagikan alat bantu dengar, jadi total bantuan yang diberikan cuma – cuma sebanyak 7000 alat bantu dengar se-Indonesia, ungkapnya.

Makassar kota ke 6 yang didatangi oleh Starkey Hearing Foundation setelah Jakarta, Solo, Surabaya, Bandung, Palembang. esok harinya (23/11), akan mengunjungi Pontianak.

Sementara Mrs.Tanie Austin dan Bill Austin adalah pendiri Starkey Hearing Foundation yang berasal minasotta, Amerika Serikat. Alasannya mendirikan, kata kristina, agar memberikan harapan baru bagi mereka yang tidak bisa mendengar tetapi mampu bicara khususnya generasi muda indonesia, tidak hanya dibagikan alat bantu dengar tetapi juga diberi konsultasi medis pada tiap bulannya, tangkasnya. (*)

Komentar Pembaca