Youtuber: Agen Pencerahan dan Pencerdasan

0
10

Youtuber: Agen Pencerahan dan Pencerdasan

Oleh: Ikhwan Aulia*

Inspiratifnews.com-Opini Perkembangan internet dengan segala aplikasi dan fitur-fitur baru setiap saat seperti sosial media semakin menjadi favorit pelengkap keseharian manusia. melalui hari tanpa berselancar di media sosial rasanya hambar. Bukan lagi persoalan takut dianggap tidak gaul akan tetapi hal tersebut telah membaur dan menyatu menjadi sebuah kebutuhan, sebab hampir seluruh arus informasi beredar di sana.

Penyebaran informasi yang beraneka ragam jenis dan bentuknya baik berupa teks, gambar dan vidio kesemuanya selalu membuka pagi. Informasi yang sifatnya personal, kolektif maupun publik tak bisa dibendung untuk bermunculan di beranda sosial media setiap pengguna. Data statistik menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat empat pengguna internet di Asia, dan sekitar 30% penduduk Indonesia merupakan pengguna aktif media sosial.

Hasil survei pada januari 2018, penggunaan media sosial terbanyak yaitu youtube dan yang kedua adalah facebook. Data tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup pesat  pengguna youtube dibandingkan pada tahun 2016 menduduki posisi ketiga dan facebook berada pada posisi pertama. Dapat disimpulkan bahwa saat ini pengguna media sosial di Indonesia lebih menggemari konten-konten jenis audio visual dibandingkan berupa teks. Vidio dianggap lebih original dan kemungkinan kandungan hoax-nya lebih kecil dibandingkan teks karena dapat menampilkan karakter yang asli dengan suara yang jelas.

Selain itu, karena youtube adalah plaform media sosial yang paling banyak digunakan di Indonesia hal tersebut memungkinkan seseorang dapat merangkul follower yang lebih banyak. Akan tetapi, sebuah kemajuan kadang kala selalu memiliki dua mata pisau yang berjalan bersamaan, begitupun dengan perkembangan media sosial memiliki hal tersebut. Seperti senjata, baik buruknya dampak yang ditimbulkan tergantung pada kebijakan penggunanya. Baik buruknya dampak yang akan diberikan kepada followers tergantung kebijakan penggunanya.

Bagi orang-orang visioner, adanya follower yang setia menatap beranda layar media sosial merupakan peluang besar untuk menebar kebermanfaatan bagi orang lain. Misalnya, untuk menyebarkan sebuah info, tips, atau ilmu yang kekinian tidak lagi harus melakukan seminar, atau workshop dengan berusaha mengumpulkan banyak peserta. Dapat dilakukan melalui rekaman vidio pribadi dengan beberapa efek menarik. Tentunya dengan menyebutkan referensi dan data yang jelas ,agar tidak terjadi plagiarisme bahkan lebih parahnya adalah informasi palsu atau hoax.

Konten-konten yang akan disebarluaskan seyogyanya berisi hal-hal yang mencerahkan dan mencerdaskan, sehingga tidak menambah kebingungan dan menimbulkan apologi yang tidak mendasar pada netizen kedepananya. Karena arus penyebaran informasi tidak dapat dibendung jadi siapapun memiliki kesempatan untuk menonton dan memberi komentar, like ataupun dislike. Hendaknya konten-konten yang disebarluaskan berangkat dari buah pemikiran yang konstruktif tidak sebaliknya lahir dari pemikiran yang destruktif, sehingga di kemudian hari kita tidak menjadi pengguna media sosial yang doyan menyumbang kontroversi.

Akan sangat diapresiasi jika konten-konten yang sebarluaskan dapat berkontribusi untuk pencerahan dan pencerdasan untuk kemajuan bangsa. Tentunya harus diawali dengan kebijaksanaan pengguna dalam menentukan goals. Untuk apa menggunakan youtube? Apakah hanya untuk eksistensi pribadi? Agar dapat viral? Atau untuk kebermanfaatan bagi orang lain? kata orang Arab kalau hanya ingin viral  atau terkenal seantero Hijaz cukup dengan mengencingi sumur zam-zam. Artinya apa, yah mudah saja ketika tujuannya hanya untuk terkenal di mata orang lain cukup dengan melakukan hal-hal yang sifatnya kontrovesional. Namun, perlu diketahui dan hati-hati karena jari netizen indonesia sangat pedas dan jejak digital itu bagaikan jejak DNA tidak dapat berbohong di hadapan cyber army.

Bagi orang-orang selalu berangkat dari pemikiran yang konstruktif maka fakta bahwa “jejak digital bagaikan jejak DNA yang tidak dapat berbohong” atau tidak dapat hilang sekalipun penggunanya telah berpindah alam merupakan peluang yang sangat besar untuk menyebarkan kebermanfaatan dengan menjadi agen pencerahan dan pencerdasan. Sebab di masa depan siapapun dapat melihatnya kembali. Boleh jadi di masa depan konten-konten bermanfaat yang pernah dibagikan sebagai upaya pencerahan dan pencerdasan dapat disebut sebagai artefak digital abad 21.

Para youtuber memiliki peluang besar untuk menjadi agen pencerahn dna pencerdasan di masa sekarang bahkan hingga di masa depan. Makala konten yang disediakan berangkat dari buah pemikiran yang kontruktif dan memiliki goals yang jelas yaitu untuk menyebar kebermanfaatn bagi orang lain. Hal itu karena konten yang ditampilkan memunculkan audio visualisasi yang nyata. (rls)

*Ketua Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan PW Ikatan Pelajar Muhammadiyah Sulawesi Selatan





Komentar Pembaca