Aktivis Di Tangkap, Ini SIkap Aliansi BEM Nusantara Sulawesi

0
270

Inspiratifnews.com-Makassar Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Kepulauan Sulawesi menanggapi dengan tegas terkait kasus penangkapan Aktifis Mahasiswa pada tangal 30 Maret 2017 yang lalu di Jakarta. Mereka di duga akan melakukan makar terhadap pemerintah di bawa kepemimpinan presiden Joko Widodo.

Diantara mahasiswa yang ditangkap tersebut yakni Zainudin Arsyad, Irwansayah, Dikho Nugraha dan Andry juga ikut ditahan Sekjen Forum Ummat Islam (FUI) Al Khaththah. Mereka di merupakan peserta aksi 313 yang ingin menyuarakkan agar Presiden Jokowi untuk segera memberhentikan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI jakarta sebab telah dengan jelas melakukan tindak pidana yakni penistaan Agama.

Koordinator BEM Nusantara Kepulauan Sulawesi Supriadi S mengatakan bahwa penangkapan dan penahanan teman-teman aktivis yang notabenenya penyambung lidah rakyat tertuduh makar merupakan pelanggaran yang sangat bertolak belakang degan undang undang no. 9 tahun 1998 tentang mengatur degan jelas bahwa setiap individu bebas berpendapat dan mengeluarkan aspirasi didepan umum.

“Rezim hari ini mencerminkan rezim anti kritik yang sudah sangat jelas ada maksud dan tujuan untuk membungkam pergerakan kawan kawan aktifis yang notabenenya penyambung lidah rakyat untuk menyuarakan suara suara kebenaran demi kemaslahatan rakyat indonesia” tukas Mahasiswa Unimuh Makassar ini.

Maka dari itu BEM Nusantara kepualauan Sulawesi menayatakan Sikap untuk meminta Pemerintah segera membebaskan Aktivis yang tertuduh makar serta menegecam tindakan Polda Metro Jaya yang di anggap telah sewenang-wenang menangkap dan menahan aktivis yang menyuarakkan kebenanran.

Jika tuntutan ini tidak di indahkan maka seluruh kampus yang tergabung dalam BEM Nusantara Kepulauan Sulawesi akan turun melakukan aksi besar-besaran di jakarta untuk menyuarakkan hal tersebut. (uc2)

 

Komentar Pembaca