Aktivis Tahun 90-an Ini Ajak Peserta Muktamar LIDMI Waspadai Penyebaran Syiah Di Kampus

0
26

Inspiratifnews.com-Makassar Lingkar Dakwah Mahasiswa Indonesia (LIDMI) menggelar kajian kotemporer di sela persidangan Muktamar II dengan tema “Tapak Tilas Sejarah Pewaspadaan Syiah di Kampus” oleh Ustad Misbah, aktivis dakwah kampus tahun 90-an, bertempat di Pondok Pesantren Madinah, Jalan Perintis Kemerdekaan, pada Senin (26/02/2018) malam.

Mansyur selaku panitia pelaksana sekaligus moderator kajian mengatakan, pemateri merupakan tokoh mahasiswa yang pernah menjadi inisiator pembersihan Syiah di suatu kampus di kota Makassar.

Dalam kajiannya, ustad Misbah menceritakan sejarah masuknya Syiah di kampus tersebut sampai pada strategi pengusirannya. Bermula dari penyusupan ke salah satu Lembaga kemahasiswaan yang berafiliasi ke Syiah yang sempat bermarkas di masjid kampus.

“Dulu mereka berkilah bahwa bukan penganut Syiah, sedangkan saya tahu persis mereka shalat subuhnya jam 7, shalat menggunakan tubah (batu karbala), dan ciri-ciri penganut Syiah lainnya,” terangnya.

Ada tekad dari beberapa pengurus Lembaga dakwah kampus (LDK), lanjutnya, untuk membersihkan lembaga kemahasiswaan legal ini dari Syiah, maka disusunlah rencana agar mahasiswa ahlusunnah wal jamaah mendominasi lembaga ini.

“Kami buat rekayasa ketika pemilihan ketua umum agar tidak ada dari kalangan Syiah. Setelah persidangan berakhir, akhirnya ketua umum terpilih dari aktivis dakwah kampus dan berimbas pada terusirnya seluruh mahasiswa Syiah di LK yang legal tersebut. Terbukti dengan keluarnya SK rektor tanpa satupun mahasiswa Syiah termasuk didalamnya,” pungkasnya.

Setelah bercerita perihal peristiwa bersejarah tersebut, pria asal Maros ini memberikan kiat-kiat kepada seluruh pengurus LDK untuk memberantas Syiah dari posisi-posisi penting di kampus.

“Untuk aktivis dakwah kampus saat ini yang terpenting adalah perkuat dasar manhaj kita, dan memperbanyak wawasan seputar kesesatan Syiah, sehingga ketika ada Syubhat maka pengurus LDK harus tampil didepan ketika suatu saat nanti kita berhadap-hadapan dengan mereka (Syiah),” ujarnya.

Pria lima anak ini berpesan, memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk membedakan mana yang benar dan salah harus menjadi program utama LDK. Ketika para mahasiswa tidak paham maka akan sangat mudah terpengaruh ke Syiah.

“Apalagi ada istilah puber intelektual, banyak mahasiswa yang gila membaca dan kebanyakan terjatuh pada bacaan yang menyesatkan, termasuk buku-buku filsafat yang mengkampanyekan aqidah Syiah. Maka jangan bertahan terus, namun harus melakukan penetrasi atau penyusupan untuk menyerang agar kita menang,” tutupnya dengan semangat.

Muktamar II LIDMI ini diikuti oleh utusan Pengurus Daerah serta pengurus Lembaga Dakwah Kampus binaan LIDMI se-Indonesia yang berlangsung sejak Sabtu (24/02/2018) kemarin hingga Selasa (27/02/2018). (rls)

Komentar Pembaca