Bulan Mei, Kapal Keruk Proyek CPI Asal Singapura Tiba di Makassar

0
173

Inspiratifnews.com – Makassar, PT Boskalis Internasional Indonesia bersama KSO Ciputra Yasmin akan memulai konstruksi untuk reklamasi kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Hal itu disampaikan Asosiate Director PT Ciputra, Sinyo Pelealu, dalam Kick Off Meeting: Construction of Center Poin of Indonesia, Kamis (30/3/2017) pekan lalu.

PT Boskalis sebagai kontraktor mulai merampungkan pembangunan kantor lapangan atau site office, mobilisasi peralatan penunjang reklamasi seperti Pontoon Sprayer, sinker pipe, floating pipe, crane, excavator, mobilisasi tenaga kerja, dan lainnya.

“Proyek reklamasi memang selalu disorot Nasional karena dianggap merusak lingkungan. Tapi, kita di sini (CPI) akan membuat lingkungan di sekitar laut,” kata Sinyo.

Sinyo mengatakan bahwa sejumlah peralatan penunjang reklamasi akan segera tiba di Makassar. Kapal keruk yang akan dipakai pada proyek ini adalah jenis trailing suction hopper dredger (TSHD) dengan kapasitar 35,5 ribu meter kubik sudah berada di Singapura akan tiba di Makassar pada Mei mendatang. Satunya lagi masih di Korea dan akan segera menuju Indonesia, ungkap Sinyo.

“Kontraktor menggunakan alat tercanggih dan ramah lingkungan. Pontoon Sprayer yang akan digunakan pada proyek ini telah dirancang secara khusus yang dilengkapi dengan “sepasang tangan”, sehingga kegiatan penimbunan oleh alat inidapat mencegah tingkat kekeruhan air secara lebih maksimal.

Sinyo mengatakan bahwa satu kapal bisa mengangkut 35 ribu meter kubik pasir sekali angkut. Selain dari Takalar, pasir juga akan didatangkan dari Jeneponto dan daerah lainnya. Tahap pertama, areal yang akan timbun seluas 95 hektar, di mana 50 hektar untuk pemerintah provinsi Sulsel yang akan dijadikan public area. Total luas CPI adalah 157 hektar.

Sementara itu, Project Manager Boskalis, Jaap Dekker, mengatakan bahwa proses penimbunan akan dilakukan dengan sangat hati-hati dan bertahap. Pasalnya, kontur tanah di Makassar sangat lembek. “Sehingga kita akan lakukan pengerasan per layer setiap 50 sentimeter dan dibiarkan beberapa saat sampai betul-betul keras baru ditimbul lagi, begitu seterusnya,” kata Jaap.

Reklamasi tahap pertama akan rampung dalam bentuk lahan matang. Area reklamasi yang akan menjadi milik pemerintah Provinsi Sulsel seluas 50,47 hektar, termasuk di dalamnya lahan tanah tumubuh dan pantai pasir putih, akan menjadi prioritas utama yang akan dilaksanakan segera oleh Boskalis. Target penyelesaiakn sekitar April 2018 mendatang. Sedangkan secara keseluruhan reklamasi tahap pertama akan rampung September 2018 nanti.

“Tanah itu akan siap untuk dibangunkan bangunan maupun jalan,” kata Jaap. (*)

Komentar Pembaca