Dosen STMIK Handayani : Situs Provider diHacker Mewakili Suara Konsumen

0
353

Inspiratifnews.com – Makassar – Laman resmi operator telekomunikasi nasional Telkomsel tumbang, setelah diretas oleh hacker anonymous. Website operator yang sahamnya dimiliki oleh BUMN dan Singtel itu diganti dengan tulisan protes dan caci-maki mahalnya harga internet provider tersebut.

Aksi ini selain mengundang simpati netizen juga membuat sejumlah aktifis di daerah bersuara. Mereka meminta operator telekomunikasi untuk berbenah diri dan tidak mengutamakan keuntungan semata, apalagi seperti operator yang sahamnya dikuasai oleh perusahaan negara.

“Kami rasa ini momen untuk berbenah ya, baik di sisi keamanan maupun juga penerapan tarif ke pelanggan sehingga tidak perlu terjadi lagi di masa depan,” ujar pengamat telekomunikasi STMIK Handayani Makassar, Mirfan, S.Kom, MT pada inspiratifnews.com, Sabtu (29/4).

Protes itu mewakili suara masyarakat yang terpendam akan mahalnya layanan operator yang bersangkutan. Dengan status sebagai perusahaan negara yang bertanggung jawab memeratakan akses teknologi informasi bagi seluruh masyarakat Indonesia, tentu sudah wajar jika Telkomsel dituntut memberikan lebih baik dari yang lain.

“Mestinya ini jadi bahan introspeksi bagaimana memberikan tarif yang terjangkau bagi pelanggan. Tugas negara menyediakan akses internet dengan tarif terjangkau bagi masyarakat, apalagi dengan visi pemerintah di bidang TI pada 2020 nanti,” tegas Dosen STMIK Handayani Makassar ini.

Dijelaskannya, saat ini masih terjadi ketimpangan akses data di Indonesia Timur. Seperti di Makassar dan diluar jawa yang terbatas dan hanya dikuasai operator dominan. Selain tarif internet yang mahal, juga minimnya layanan lain sehingga konsumen harus menerima apa yang ada bagaimanapun kondisinya.

“Dari kejadian ini operator dan regulator harus berkaca bahwa masih ada masalah disini yang harus diselesaikan bersama,” sambungnya.

Disisi lain, pihaknya juga meminta Telkomsel selaku penyedia jasa internet harus berbenah khususnya di disisi keamanan aplikasinya dengan adanya kejadian ini telkomsel lebih baik kedepannya. Disisi lain pemerintah pun mestinya memberikan perhatian agar masyarakat di luar Jawa bisa merasakan hal yang sama dari sisi layanan data.

Seperti diketahui situs resmi Telkomsel dikerjai hacker Jumat kemarin. sang peretas itu memprotes harga paket data Telkomsel yang dianggap terlalu mahal. Deskripsinya pun berisi kata-kata kasar yang mengeluhkan soal itu.

“Pegimane bangsa Endonesia mau maju kalo internet aja mahal,” begitu salah satu bunyinya.

Sementara itu, Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah berkilah, kenapa tarif internet dirasa paling mahal. Paket internet Telkomsel dibuat untuk memenuhi banyak kebutuhan pelanggan.

“Harga bisa dibandingkan dengan negara-negara lain, Indonesia termasuk yang murah, kalau tidak salah termurah nomor tiga di dunia,” ujarnya.

Telkomsel menawarkan tarif dengan harga terjangkau, tetapi tidak terlalu murah juga. “Karena kalau terlalu murah gak baik buat masyarakat juga,” ujarnya.

Ada tiga hal kenapa tarif internet dirasa paling mahal. Tiga hal itu dilihat layanan telekomunikasi secara luas. Pertama adalah harga terjangkau. Kedua, keberlanjutan dan ketiga yaitu soal jangkauan atau coverage.(*)

Komentar Pembaca