Garda Lontara Sakti Tuntut FKKPI Minta Maaf ke Mukhtar Tompo

0
82

Inspiratifnews.com-Makassar Garda Lontara Sakti Sulawesi Selatan menggelar demonstrasi di sejumlah tempat di Makassar. Aksi tersebut merupakan respon atas demonstrasi yang digelar oleh Forum Komunikasi Putra-putri TNI-Pori (FKPPI) Sulsel yang digelar sehari sebelumnya, di Kantor Hanura Sulsel dan Kediaman Pribadi Anggota DPR RI Mukhtar Tompo. Aksi digelar di persimpangan jalan layang, Urip Sumohardjo, Kantor Gubernur Sulsel, dan di Kantor Polda Sulsel, Jumat, (28/4/2017)

Massa Lontara Sakti yang berjumlah sekitar 500 orang ini, dalam pernyataan sikapnya menyampaikan enam tuntutan, diantaranya :

Pertama, mengutuk keras tindakan FKPPI Sulsel yang melakukan demonstrasi di kediaman pribadi Anggota DPR RI Mukhtar Tompo. Menurut mereka tindakan ini merupakan pelanggaran atas UU No. 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Kedua, Garda Lontara Sakti menuntut FKPPI meminta maaf kepada Mukhtar Tompo atas demonstrasi yang dilakukan di kediaman pribadi tersebut. Jika FKPPI tetap ngotot menggunakan logika kekuatan untuk memaksakan kehendak, maka Garda Lontara Sakti dengan ini menyatakan siap berhadapan dengan siapapun yang berusaha memberangus kebebasan berpendapat di era demokrasi saat ini.

Ketiga, meminta semua kalangan pro-demokrasi untuk merapatkan barisan. Menurut Lontara Sakti, demokrasi di Sulsel dalam ancaman para predator kebebasan berpendapat. Jika masyarakat sipil diam, maka sesungguhnya kita sedang menyambut kematian demokrasi.

Keempat, Garda Lontara Sakti juga meminta Syahrul Yasin Limpo selaku Ketua FKPPI Sulsel, melakukan pembinaan terhadap Pengurus dan Anggotanya, yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan doktrin perjuangan FKPPI, yaitu tindakan yang mematikan kebebasan berpendapat, menebarkan permusuhan dan perpecahan.

Kelima, mendesak Kapolda Sulsel untuk mengusut tuntas tindakan intimidasi yang dilakukan oleh FKPPI Sulsel terhadap Bapak Mukhtar Tompo. Kami juga meminta Kapolda Sulsel agar melakukan pembinaan terhadap organisasi yang mengikutsertakan nama “POLRI” sebagai nama organisasi, supaya tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar UU yang dapat mencemarkan nama baik POLRI.

Keenam, meminta Pangdam XIV Hasanuddin agar melakukan pembinaan terhadap organisasi yang mengikutsertakan nama “TNI” sebagai nama organisasi, supaya tidak melakukan tindakan-tindakan yang melanggar UU yang dapat mencemarkan nama baik TNI.

Garda Lontara Sakti adalah kelompok paguyuban yang didirikan langsung oleh Mukhtar Tompo sejak 2008 silam, setelah ia menyelesaikan kuliah di Universitas Indonesia Timur (UIT). “Umumnya mereka adalah orang yang membuat onar di kampungnya, senang mabuk, dan membuat kekacauan sosial. Setelah dibina oleh Bapak Mukhtar Tompo mereka tersadarkan, mereka rajin salat, dan jadi tokoh di kampungnya masing-masing. Walau demikian, kemampuan bela diri mereka tetap terpelihara,” jelas Safriadi, Panglima Lontara Sakti Sulsel.

Safriadi menambahkan Anggota Lontara Sakti tersebar di hampir semua pelosok Jeneponto, Takalar, Gowa, Makassar. “Tingkatan keahlian anggota Lontara juga berbeda-beda. Yang pakai baju loreng dan baret merah adalah kader inti, atau pasukan khusus yang dimiliki oleh Garda Lontara Sakti,” terangnya.

Mukhtar Tompo juga pernah merintis kerjasama dengan Yayasan Fajar Bela Negara untuk mendidik anggota Garda Lontara Sakti dalam Pelatihan Bela Negara di Rindam VII Wirabuana Pakkatto.

Aksi ini juga diikuti oleh puluhan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan bendungan Kareloe. Dalam spanduk yang mereka bentangkan mereka menegaskan mendukung langkah kritis Mukhtar Tompo terhadap pembangunan bendungan tersebut. (uc2)

Komentar Pembaca