Insiden “Berdarah” Asrama Mahasiswa Latimojong, PB IKAMI Sulsel Mengecam?

0
145

Inspiratifnews.com – Bogor, Insiden Berdarah upaya Eksekusi PN Bogor terhadap Asrama Mahasiswa Latimojong, Menuai protes dari Pengurus Besar (IKAMI) Sulawesi Selatan sebab mereka menilai Wisma milik pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan NO.538/5928 tgl 29 okrober 2007 yang menyatakan asrama mahasiswa itu menjadi hak milik dengan NO ASET 11.22.00.35.57.06/06.02.05.01.00.02. Menjadi penguat kepemilikan aset daerah.

Wisma ini adalah tempat bersejarah bagi Ikatan Keluarga Mahasiswa/Pelajar Indonesia (IKAMI) sul-sel sejak tahun 1958.

“Kami menilai pengadilan negeri Bogor tidak obyektif dan seakan akan pengadilan dalam tekanan pihak tertentu sehingga terkesan terburu buru melakuakn penggusuran. Padahal pemerintah sul sel masih melakukan upaya hukum yaitu peninjauan kembali karena adanya novum”, tegas Habil Ngewa Ketua Umum PB IKAMI Sulsel.

Menurut Mantan ketua Hakim Agung RI M.Yahya Arahap.SH, bahwa undang-undang menguatkan suatu kegiatan menunda atau menghentikan eksekusi suatu sengketa jika penerapannya secara ”kasuistik” dan ”eksepsional” termasuk dalam keaadan yang mendasar dan beralasan PK.

Selain itu, alasan penundaan juga diatur dan ditentukan UUMA No14 thn 1985 sebagaimana telah di ubah dangan UUMA No 5 tahun 2004. Maka rencana mengeksekusi atau mengambil alih secara paksa wisma mahasiswa latimojong bisa di tunda sembari menunggu proses PK.

Oleh karena itu, kami keluarga besar IKATAN KEKELUARGAAN PELAJAR/MAHASISWA INDONESIA SULAWESI SELATAN dengan ini menuntut pengadilan sebagai berikut :

1. Menolak Penggusuran yang di paksakan karena hanya melahirkan pelanggaran HAM oleh aparat.

2. Menolak penggusuran apapun alasan nya karna wisma latimojong adalah tempat bersejarah dan saksi tumbuhnya akademisi dari sulawesi selatan.

3. Penggusuran dengan melibatkan aparat bersenjata lengkap, dapat mengakibatkan para mahasiswa masa depan bagsa ini yang secara psikologis menjadikan trauma yang akan berdampak pada perlambatan menyelesaiakan studi.

4. Mendesak pengadilan tinggi Bogor untuk menjaga proses khukum yang dilakukan oleh teman-teman IKAMI dan pemerintah provinsi sulawesi selatan yang masih dalam proses PK.

Maka dari itu jika Eksekusi tetap di paksakan, tentunya PB IKAMI akan tetap mempertahankan diri, dengan membangun barisan melawan perlawanan sampai titik darah penghabisan demi menjaga Siri Napacce orang bugis Makassar, Jika ketidakadilan ini terus di paksakan sehingga terjadinya insiden berdarah wisma latimojong pada hari ini (27/4). (*)

Komentar Pembaca