oleh

Kisruh Pelantikan HMI Cabang Binjai, Mosi Tidak Percaya Disampaikan kepada PB HMI

INSPIRATIFNEWS.COM, Binjai – Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Binjai dan Pengurus Korps HMI-Wati (Kohati) HMI Cabang Binjai periode 2021-2022, digelar di Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kelurahan Tangsi, Kecamatan Binjai Kota, Senin (8/11/2021) siang, sekira Pukul 15.00 WIB.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Rekontruksi Khittah Perjuangan HMI Sebagai Kader Umat dan Kader Bangsa”.

Namun di tengah-tengah kegiatan pelantikan tiba-tiba salah satu kader HMI langsung masuk ke tengah-tengah kegiatan dan menyampaikan interupsi sebagai bentuk mosi tidak percaya terhadap pelantikan Pengurus HMI Cabang Binjai periode 2021-2022.

Suasana pun sempat tegang beberapa kader HMI Kota Binjai melakukan unjukrasa sembari membawa karton sebagai bentuk protes terhadap pelantikan itu.

“Komisariat Al-Ishlahiyah Binjai dan Kohati Komisariat Al-Ishlahiyah Binjai merasa kecewa terhadap pelantikan tersebut karena banyak faktor yang tidak sesuai dengan AD/ART HMI,” kata Dodi Setiawan yang merupakan Sekum HMI Komisariat Al-Ishlahiyah Binjai melalui keterangan tertulisnya, Senin (9/11/2021).

Dodi Setiawan selaku Sekum HMI Komisariat Al-Ishlahiyah Binjai mengatakan mosi tidak percaya atas pelantikan kepengurusan itu.

iIa juga mengaku kecewa atas pelantikan pengurus HMI Cabang Binjai, karena tidak melalui mekanisme sesuai AD/ART.

“Kami dari Komisariat Al-Ishlahiyah Binjai merasa kecewa terhadap pengurus HMI Cabang Binjai. Kenapa, kami sebagai pengurus tidak dilibatkan dalam pemilihan. Namun tiba-tiba berkasnya naik dan mereka terpilih. Seharusnya tidak dilakukan secara Konfercab, tetapi harus dilakukan secara Muscab sesuai AD ART, dikarenakan komisariat yang ada di Binjai hanya 1 saja yang aktif yaitu Komisariat Al-Ishlahiyah Binjai selebihnya stagnan atau mati dan ada juga komisariat yang dimanipulasi cabang dan untuk itu kami melakukan mosi tidak percaya kepada PB HMI,” tegas Dodi.

Melalui No surat: 20/A/Sek/04/1442 H yang ditujukan ke Ketum PB HMI, Dodi meminta Ketua Umum PB HMI untuk meninjau kembali Surat Keputusan yang sudah dikeluarkan dengan nomor : 262/A/SEK/03/1443 H . Berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Bahwa KONFERCAB HMI Cabang Binjai tidak sesuai dengan ART HMI Pasal 14 tentang Status pada poin 3 “Cabang Penuh yang memiliki 3 (tiga) komisariat penuh atau lebih menyelenggarakan konferensi cabang. Seharusnya HMI Cabang Binjai menyelengrakan Musyawarah Anggota Cabang (Muscab) karena sesuai dengan ART HMI Pasal 14 tentang Status pada poin 4 “Bagi Cabang penuh yang memiliki kurang dari 3 (tiga) komisariat penuh dan Cabang Persiapan menyelenggarakan Musyawarah Anggota Cabang (Muscab). Fakta dilapangan Komsariat yang ada di Binjai berjumlah 3 Komisariat yaitu :

    a. Komisariat MIPS Budidaya Binjai yang jumlahnya tidak mencapai belasan dan hanya satu kali melakukan LK I ditahun 2019 dan itupun gabungan bersama Komisariat PBS Budidaya Binjai.

    b. Bahwa Komisariat HMI PBS Budidaya Binjai sudah tidak ada yang aktif lagi dan tidak pernah melakukan RAK selama 2 tahun yang mengakibatkan HMI PBS Budidaya Binjai stagnan atau mati. seharusnya Penurunan Status dari Komisariat Penuh menjadi Komisariat Persiapan berdasarkan Anggaran Rumah Tangga HMI Pasal 41 Tentang Penurunan Status dan Pembubaran Komisariat Pada poin (1) Komisariat penuh dapat diturunkan statusnya menjadi Komisariat persiapan apabila memenuhi salah satu atau seluruh hal berikut :

a) Memiliki anggota biasa kurang dari 50 (lima puluh) orang.
b) Dalam satu periode kepengurusan tidak melaksanakan Rapat Anggota Komisariat selambat-lambatnya selama 18 (delapan belas) bulan.
c) Tidak melaksanakan Latihan Kader I sebanyak 2 kali dalam 2 periode kepengurusan berturut-turut atau tidak melaksanakan 3 (tiga) kali Maperca dalam 2 periode kepengurusan berturut-turut.
d) Tidak melaksanakan Rapat Harian minimal 10 (sepuluh) kali selama 2 periode kepengurusan berturut-turut.

c. Komisariat HMI GAMA Binjai tidak pernah ada selama 2 tahun berturut-turut ini terbukti dari tidak ada ketua umunya dan anggotanya serta tidak pernah melakukan RAK serta kegiatan pengkaderan serta kegiatan lainnya. Jadi Komisariat Gama Binjai hanya manipulasi dari Cabang Binjai.

d. Komisariat Pelita Bangsa tidak pernah ada di Binjai dari berdirinya kampus sampai kampus itu di non aktifkan oleh PDDIKTI Sumatatera utara dan dapat dilihat melalui media online dan cetak tentang penonaktifan kampus tersebut.

e. Komisariat Al-Ishlahiyah Binjai yaitu Komisariat satu-satunya yang penuh di cabang binjai dengan anggota 80 lebih dan sering melakukan LK I serta kegiatan yang menunjang pengkaderan serta kemajuan komisariat.

  1. Bahwa KONFERCAB HMI Cabang Binjai tidak melibatkan HMI Komisariat Al-Ishlahiyah Binjai ketika melakukan Sidang Pleno I-IV dan diduga tidak sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga HMI Pasal 16 Tentang Tata Tertib Konferensi Cabang/Musyawarah Anggota Cabang dan seharusnya kegiatan tersebut adalah MUSCAB dikarenakan jumlah komisariat penuhnya adalah 1 komisariat.
  2. Susunan atau usulan yang menjadi pengurus HMI Cabang Binjai tidak sesuai dengan AD/ART HMI dengan memaksukan nama M. Dodi Setiawan Lubis bahwa nama tersebut belum pernah masuk kedalam kepengurusan komisariat, serta diduga memasukan nama yang diduga telah alumni atau habis keanggotaanya yaitu Syahputri Dwi Zhohiroh dan Ade Irma Yulita.
  3. Verifikasi faktual yang dilakukan PB HMI melalui Abgda Fadil tidak secara cermat dan transfaran dan diduga menutup-nutupin fakta sebenarnya dan kami menilai verifikasi yang dilakukan beliau gagal.

“Berdasarkan hal tersebut, kami meminta Ketua Umum PB HMI untuk meninjau kembali SK Cabang Binjai dengan nomor : 262/A/SEK/03/1443 H dan meminta PB HMI memberi sanksi kepada HMI Cabang Binjai sesuai AD/ART yang berlaku,” tegas Dodi.

Sementara itu, Ketua Kohati Komisariat Al-Ishlahiyah Binjai Siti Mahrani mengatakan bahwa dirinya sangat menolak atas pelantikan pengurus HMI Cabang Binjai periode 2021-2022.

“Karena saat musyawarah Kohati Cabang, kami selaku Kohati Komisariat Al-Ishlahiyah Binjai sama sekali tidak di undang, dan yang sangat saya sayangkan salah satu pengurus yang dilantik itu masih ada jabatan di komisariat, yaitu sebagai Bendahara Umum saya sendiri,” ungkapnya.

Untuk diketahui turut hadir dalam kegiatan pelantikan tersebut, Wali Kota Binjai Amir Hamzah, Kapolres Binjai AKBP Ferio Sano Ginting, Ketua KPU Kota Binjai, Ketua Bawaslu Kota Binjai, Sekjend Pengurus Besar HMI, Ketua Bidang PEMM, Ketua Umum Badko Sumut, Ketua KAHMI Kota Binjai, serta seluruh Kader HMI Binjai.

(min/ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed