Lima Daerah di Sulsel Alami Deflasi

0
206

 

Inspiratifnews.com – Makassar, – Penghitungan inflasi Sulawesi Selatan bulan Maret 2017 didasarkan pada hasil Survei Harga Konsumen yang dilakukan oleh BPS Sulsel. Terhadap pasar tradisional dan pasar modern/swalayan di 5 kota IHK nasional.

Seperti, Bulukumba, Watampone, Makassar, Parepare dan Palopo terjadi deflasi di Sulawesi Selatan sebesar -0,18 % atau terjadi penurunan pada Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,08 pada Februari 2017 menjadi 127,84 pada Maret 2017.

“Yang pertama dari beberapa tahun terakhir, 5 kabupaten/kota di Sulsel mengalami deflasi. Semuanya deflasi. Ini sesuatu yang positif untuk pengendalian harga di Sulsel pada umumnya dan di masing-masing kabupaten kota pada khususnya,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan, Nursam Salam.

Dikatakannya, kelima kota tersebut sudah mewakili kabupaten-kabupaten disekitarnya dalam hal inflasi/ deflasi. Misalnya saja penghitugan deflasi Kota Makassar, sama dengan Kabupaten Maros, Pangkep, Gowa, hingga Takalar. Hal tersebut terjadi, karena sesuai dengan teori makro yang digunakan BPS bahwa kabupaten yang tidak termasuk dalam kabupatn/ kota tersebut meminjam angka inflasi/ deflasi kota perhitungan terdekat.

Nursam Salam menjelaskan bahwa terjadinya deflasi di Sulawesi Selatan pada Maret 2017 disebabkan oleh penurunan harga pada dua kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan sebesar -1,49 %; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan -0,28 %.

“Namun lima kelompok lainnya mengalami inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,78 %; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,25 %; kelompok sandang sebesar 0,21 %; kelompok kesehatan sebesar 0,69 %; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,08 %,” imbuhnya.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Maret 2017 antara lain tomat sayur, rokok kretek filter, cabai rawit, tomat buah, tarip listrik, kangkung, tarif rumah sakit, minyak goreng, kayu balokan dan kentang. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah: ikan bandeng, daging ayam ras, ikan layang, beras, tarip pulsa ponsel, ikan cakalang, kacang panjang, teri basah, ikan merah dan sawi hijau.

Dijelaskan pula bahwa kelompok komoditas yang memberikan andil sumbangan deflasi pada Maret 2017, yaitu kelompok bahan makanan sebesar -0,36 %; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,05 %.

“Sedangkan yang memberikan sumbangan inflasi, yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,12 %; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,058 %; kelompok sandang 0,015 %; kelompok kesehatan 0,027 %; dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,0053 %,”katanya.(*)

Komentar Pembaca