Pemanggilan Dahnil Anzar Indikasi Kuat Kriminalisasi

0
99

Inspiratifnews.com-Jakarta Ketua Umum Pemuda Muhamadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak membenarkan adanya Surat Panggilan dari Polda Metro Jaya yang ditujukan kepada dirinya.

“Iya, betul,” kata Dahnil ketika dikonfirmasi via WhatsApp.

Merespon hal ini, Sekretaris Umum Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman, mengatakan, pihaknya selalu menghargai proses hukum yang jujur dan adil. Oleh karenanya, lanjut Pedri, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu akan bersikap kooperatif dan akan memenuhi panggilan pihak kepolisian.

“Ketum kami biasa aja. Beliau siap dengan segala resiko dalam perjuangan. Jadi, Ketum Dahnil akan memenuhi panggilan itu,” katanya saat dihubungi, Jakarta, Kamis (18/1/2017).

Meski demikian, Pedri mengaku, pihaknya akan melakukan upaya-upaya pendampingan untuk Dahnil, termasuk mempersiapkan pengacara.

“Tentu sudah pasti, Ketum akan kita dampingi. Kita siapkan lawyernya jika kasus ini berlanjut. Kami juga masih mengkaji segala kemungkinan. Kita lihat saja perkembangannya nanti,” tuturnya.

Kuat Indikasi Kriminalisasi

Pedri lebih lanjut menilai, pemanggilan pihak kepolisian terhadap Dahnil kuat indikasi kriminalisasi.
Pasalnya, dalam surat tersebut Dahnil akan dimintai keterangan terkait pernyataannya di dalam Program Acara Metro Realitas berjudul “Benang Kusut Kasus Novel” yang ditayangkan di Metro tv.

Menanggapi hal ini, Pedri mengatakan, apa pun statmen Dahnil pada program acara tersebut adalah murni untuk mendorong pengungkapan kasus penyiraman Novel yang belum ada tanda-tanda kemajuan berarti.

“Jadi tidak ada motif untuk mendiskreditkan kepolisian,” pungkas Pedri.

Untuk itu, Pedri berharap, tidak ada tendensi kriminalisasi dalam pemanggilan Dahnil. Ia juga meminta agar pihak kepolisian bekerja secara profesional, jujur, dan adil.

“Polisi harap berhati-hati. Jangan melemahkan perjuangan masyarakat sipil dalam menegakkan keadilan dan kebenaran,” ungkapnya.

Sebelumnya, Surat Panggilan dari Polda Metro Jaya yang ditujukan kepada Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar beredar di dunia maya.

Dalam surat tersebut tertulis, pemanggilan Dahnil sebagai saksi oleh Penyidik dalam perkara dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama, (Pasal 170 KUHP).

Selanjutnya, Dahnil akan dimintai keterangan pada Senin, 22 Januari 2018, Pukul 14;00 WIB di Unit V Subditkamneg Direskrimum, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan. (rls)

Komentar Pembaca