Perangi HIV Aids, KPA Makassar Sosialisasi PMTS

0
130

Inspiratifnews.com-Makassar Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Makassar kembali melaksanakan kegiatan dengan layanan komprehensif yang berkelanjutan dalam penanggulangan penularan HIV AIDS dengan mengitensifkan peran dan fungsi pokja Penanggulangan Melalui Transmisi Seksual (PMTS) Jum’at (5/5/2017). Hal ini sangat penting demi tersampaikannya informasi dan menyelamatkan masyarakat dari penularan HIV.

Kegiatan yang diikuti oleh anggota Pokja PMTS dari 6 Kecamatan yang terdiri dari, Kec. Mariso, Mamajang,Tamalate,Wajo, Panakukang, Makassar, Bontoala ini Fokus membahas PMTS beberapa kendala atau hambatan dalam pelaksanaan di tingkat kecamatan dan kelurahan. Adanya personil pokja yang di mutasi, perencanaan di tingkat kecamatan dan kelurahan yang belum maksimal karena masih terkendala dalam penganggaran. Kedepan kegiatan ini dapat maksimal sehingga masyarakat sadar betul akan pentingnya pencegahan penularan HIV agar keluarga terhindar dari penyakit berbahaya ini.

“KPA Kota Makassar akan terus mendorong agar setiap komponen memberikan perhatian khusus pada kampanye ‘perangi HIV AIDS’ di tiap kelurahan dan kecamatan secara massif dan berkesinambungan. Kerja sama dari semua pihak sangat diharapkan untuk terselenggaranya program ini demi pencegahan sedini mungkin terhadap penularan HIV AIDS” tutur Yusdaliah, S.Sos sebagai penanggungjawab program.

Dalam kegiatan ini juga KPA Kota Makassar menghadirkan Zoelkifli Amin dalam kegiatan penyuluhan sebagai Narasumber. Zoelkifli, menjelaskn metode pengobatan ARV dengan sistem kombinasi tiga Anti Retroviral yang di kenal luas sbg Tree in one therapy. Ia menjelaskan bahwa penyebaran HIV melalui perbanyakan dan pembajakn virus ke dalam sel T atau sel kekebalan tubuh.

“Semakin cepat perbanyakan ini akan memicu meningkatnya jumlah HIV dalam tubuh seseorng akan menekan semakin merendahnnya jumlah sel kekebalan tubuh, pada situasi semacam ini penyakit oportunis akan dengan mudah menyerang seseorg dengan status HIV positif, bila beberapa penyakit tersebut akan menimbulkan sindrom atau gejala maka saat itulah status HIV positif seseorang telah meningkat menjadi status AIDS”

Zoelkifli Amin menutup penjelasannya tentang HIV ini dengan mengungkapkan pengalamnnya selama menjadi AIDS CASE MANAJER di RS Labuang Baji.

“semua orang yang terpapar AIDS hampir tidak ada yang memperlihtkan gejalah yg sama” tutupnya. (uc2)

Komentar Pembaca