Ramadhan 2017, PLN Sulselrabar Tambah 3500 Travo

0
86

Inspiratifnews.com – Makassar, Menjelang bulan suci Ramadhan yang jatuh pada akhir bulan Mei mendatang, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Sulawesi Selatan, Utara dan Barat (Sulselrabar) akan menambahkan travo sebanyak 3500 buah sampai akhir tahun. Hal itu diungkapkan oleh General Manager PT PLN Sulselrabar, Bob Sahril saat ditemui di Kantor PT PLN Sulselrabar, Jalan Hertasning, Makassar.

“Tahun sebelumnya ada 2000 travo populasi di Sulsel disediakan. Namun untuk tahun ini, apalagi menjelang bulan suci ramadhan bertambah sebanyak 3500 travo sampai di akhir tahun,” katanya saat menerangkan Kondisi Sistem Kelistrikan Sulsel, Rabu (29/3).

Dalam penyediaan sejumlah teavo tersebut, berencana akan memasuki daerah-daerah plosot seperi pedesaan yang hingga menjajaki hutan.

“Rencana mau menambah travo sampai ke hutan tapi itu harua ada izin dari kementrian lingkungan hidup. Dan kami tidak dapat izin dari pihak bersangkutan,” bebernya.

Ia mengatakan, menjelang bulan suci ramadhan dengan menambahkan sejumlah travo di Sulawesi Selatan akan ada tantangan yang ia terima. Dan akan menyebabkan losess yang mencapai 12,89 persen.

“Paling tinggi yang bermasalah itu transaksinya, penyalahgunaan transaksi, Kwh meternya dimodifikasi. Maka dari itu PD2TL bekerjasama dengan polisi untuk mengamankan tindakan tersebut, jadi losess transmisi 2 persen dibagian institus dan 8 persen di rumah,” tandasnya.

Ia mengungkapkan, sejumlah oknum kedapatan melakukan pencurian tenaga listrik diberbagai lokasi sehingga pihaknya akan mencegah hal tersebut.

“Tetap menambah tim yang ada aecara internal atau secara outsos,” bebernya.

Ia pun mengklaim bahwa akan mengganti kwh meter yang berusia lebih puluhan tahun mau secara pasca bayar maupun prabayar.

“Kwh meter akan diganti diatas 20 tahun tidak optimal baik pasca bayar maupun prabayar,” akunya.

Dalam setahun produksi listrik, kata Bob kurang lebih mengalami kerugian pencurian listrik mencapai puluhan miliar dengan menggunakan jaringan.

“Kami mengalami kerugian pencurian listrik mencapai 60 sampai 70 miliar dan itu lebih mendominan di rumah tangga,” ungkapnya.(*)

Komentar Pembaca