Tidak Punya Kartu JKN-KIS, JCH Dilarang Terbang Ke Tanah Suci

0
42

Inspiratifnews.com – Makassar, Pemerintah Indonesia akan menerapkan larangan terbang ke tanah suci, bagi mereka Jamaah Calon Haji (JCH) Indonesia yang ingin menunaikan Ibadah Haji di Tahun 2018. Larangan tersebut diperuntukkan bagi JCH yang tidak mempunyai kartu JKN – KIS.

Hal ini, sesuai aturan Permenkes No 15 Tahun 2015 dan Permenkes No 62 Tahun 2016 Pasal 9 Ayat 2. Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Makassar, Unting Patri Wicaksono Pribadi mengatakan tersebut saat ditemui di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (16/8).

“Pemberlakuan aturan Permenkes No. 15 Tahun 2015 dan Permenkes No 62 Tahun 2016, akan efektif di Tahun 2018 dan saat ini tim kami tengah melakukan sosialisasi pada JCH Embarkasi Makassar”, papar Unting Patri Wicaksono

Hal ini dimaksudkan, agar JCH lebih awal mengantisipasi hal tersebut sebelum berangkat ke Tanah Suci, sebab ada beberapa contoh kasus JCH dalam kondisi sehat namun tidak layak terbang, jelas Unting Patri Wicaksono.

Adapun Jemaah Calon Haji yang ditetapkan tidak memenuhi syarat istithaah kesehatan haji merupakan Jemaah Haji dengan kriteria sesuai Permenkes No.15 Tahun 2015 Pasal 12, sebagai berikut :

Tidak memiliki sertifikat vaksinasi Internasional (ICV) yang sah seperti Menderita penyakit tertentu yang berpeluang sembuh, antara lain Tuberkulosis sputum BTA Positif, Tuberculosis Multi Drug Resistance, Diabetes Melitus Tidak Terkontrol, Hipertiroid, HIV-AIDS dengan Diare Kronik, Stroke Akut, Perdarahan Saluran Cerna, Anemia Gravis, Suspek.

Dan/atau konfirm penyakit menular yang berpotensi wabah, Psikosis Akut, Fraktur tungkai yang membutuhkan Immobilisasi, Fraktur tulang belakang tanpa komplikasi neurologis, atau hamil yang diprediksi usia kehamilannya pada saat keberangkatan kurang dari 14 minggu atau lebih dari 26 minggu.

Selanjutnya pada pasal 13 disebutkan, berbagai kriteria Jemaah Haji yang ditetapkan Tidak Memenuhi Syarat Istithaah Kesehatan Haji merupakan Jemaah Haji, antara lain :

Kondisi klinis yang dapat mengancam jiwa, antara lain Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) derajat IV, Gagal Jantung Stadium IV, Chronic Kidney Disease Stadium IV dengan peritoneal dialysis/ hemodialisis reguler, AIDS stadium IV dengan infeksi oportunistik.

Stroke Haemorhagic luas, Gangguan jiwa berat antara lain skizofrenia berat, dimensia berat, dan retardasi mental berat, Jemaah dengan penyakit yang sulit diharapkan kesembuhannya, antara lain keganasan stadium akhir, Tuberculosis Totaly Drugs Resistance(TDR), sirosis atau hepatoma decompensata. (*)

Komentar Pembaca