Victor : Praktik Budaya Baru NasDem “Politik Tanpa Mahar”

1
195

Inspiratifnews.com – Makassar —DPW Partai Nasdem sulsel dibawah kepemimpinan Rusdi Masse (RMS) menggelar Diskusi Pemenangan di Ruang Vegas Hotel Clarion Makassar, selasa, 25/4/2017. Hadir sebagai narasumber Victor Leiskodat, Hayono Isman dan Willy Aditya. Ketiganya adalah tokoh nasional dari DPP NasDem. Diskusi dimoderatori Luthfy Halide.

Tampil sebagai pembicara pertama Hayono Isman mengingat pada semua kader partai nasdem sulsel tentang cita-cita restorasi indonesia. Partai nasdem harus senantiasa bergerak di atas rel restorasi. “Restorasi itu menggali budaya unggul bangsa kita, bukan menerima secara latah budaya yang datang dari luar. Bangsa Indonesia sangat kaya dengan kebudayaannya. Budaya kita harus menjadi identitas kita” Ungkap Hayono yang juga dewan pertimbangan DPP Partai Nasdem.

Sementara itu, Willy Aditya sebagai pembicara kedua mengungkapkan fakta di masyarakat bahwa hanya 14 persen masyarakat yang mengasosiasikan dirinya dengan partai politik, artinya ada ketidakpercayaan publik pada institusi partai. “Dalam hukum sejarah ada yang disebut diakektika, ada tesa, antitesa dan sintesa. Nasdem merupakan antitesa atas kegamangan masyarakat atas lembaga partai. Nasdem harus tampil sebagai partai yang berbasis pada gagasan. Yakni, gerakan perubahan restorasi indonesia” ungkap willy aditya yang juga ketua DPP Liga Mahasiswa Partai Nasdem.

Sebagai pembicara ketiga, Victor leiskodat menurutkan untuk melahirkan budaya politik baru. Politik tanpa mahar merupakan praktek politik baru, dan nasdem sudah menjalankan politik tanpa mahar itu, “Pasca Bung Karno tidak ada lagi politik gagasan yang muncul. Politik hanya sekedar perebutan kekuasaan” ungkap Viktor yang akrab disapa Viki.

“Pancasila adalah ideologi tengah, partai harus lebih bisa menggali nilai-nilai pancasila. Primordialisme kita tolak, karena itu akan membawa kehancuran” lanjut Viki yang juga ketua Fraksi Nasdem DPR RI. (*)

Komentar Pembaca